Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah dan menunjukkan sinyal tekanan lanjutan. Pada penutupan perdagangan Selasa, 21 April 2026, IHSG terkoreksi 0,52 persen ke level 7.594, di tengah dominasi aksi jual pelaku pasar. Kondisi ini memperkuat indikasi bahwa pasar belum keluar dari fase konsolidasi yang rentan koreksi.
Kepala Analis Ritel MNC Sekuritas, Herdityo Wicaksono, menilai secara teknikal pergerakan IHSG saat ini berada pada fase krusial dalam struktur gelombang. “IHSG terkoreksi 0,52 persen ke 7.594 dan masih didominasi oleh tekanan jual. Kami memperkirakan posisi IHSG saat ini sedang berada di akhir wave [iv] pada label hitam atau alternatifnya di akhir wave [a] dari wave B pada label merah,” ujarnya dalam riset harian MNCS Daily Scope Wave, Selasa.
Menurut Herdityo, posisi tersebut mengindikasikan potensi koreksi lanjutan dalam jangka pendek. Ia menekankan bahwa ruang pelemahan masih terbuka, terutama jika tekanan jual terus berlanjut dalam beberapa sesi perdagangan ke depan. “Hal tersebut berarti IHSG rawan bergerak terkoreksi dengan area koreksi terdekat diperkirakan akan menguji 7.245 hingga 7.527 sekaligus menutup beberapa area gap-nya,” kata dia.
Ia juga menyoroti tekanan eksternal yang masih membayangi pasar. “Sentimen global, terutama dari Timur Tengah masih menjadi cermatan para investor, dimana hal ini membawa dampak negatif tidak hanya IHSG namun juga secara global. Dimana ‘krisis’ energi akibat pembatasan tersebut diperkirakan akan meningkatkan inflasi global dan juga perlambatan ekonomi global,” ujar Herdityo.
Lebih jauh, Herdityo mengingatkan adanya skenario terburuk yang perlu diantisipasi investor. “Dari sisi teknikal, worst case skenario kami masih melihat akan adanya potensi IHSG membentuk lower low ke bawah 7.000, dimana selain dari global, adanya risiko fiskal dari dalam negeri juga masih menjadi cermatan,” katanya.

Secara teknikal, level support IHSG berada di kisaran 7.488 dan 7.351. Sementara itu, area resistance terdekat tercatat pada level 7.700 hingga 7.861. “Support berada di 7.488 dan 7.351, sedangkan resistance di 7.700 hingga 7.861,” ujar Herdityo.
Meski berada dalam tekanan, MNC Sekuritas tetap memberikan sejumlah rekomendasi saham yang dinilai menarik dicermati di tengah kondisi pasar saat ini. “Saham rekomendasi MNCS hari ini adalah MBMA, PTBA, TAPG, VKTR, dan XPIN,” kata dia.
Dengan kombinasi tekanan global dan risiko domestik, pergerakan IHSG diperkirakan masih fluktuatif dalam jangka pendek. Investor disarankan untuk lebih selektif dan disiplin dalam manajemen risiko, sembari menunggu konfirmasi arah pasar yang lebih solid di tengah potensi koreksi lanjutan.

