Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Market»IMF Pangkas Proyeksi Ekonomi RI 2026 ke 5%, Tertekan Konflik Global

IMF Pangkas Proyeksi Ekonomi RI 2026 ke 5%, Tertekan Konflik Global

Market Gusti Tetiro20 April 2026 / 12:45 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Presiden Prabowo Subianto (tengah) didampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kanan), Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan P. Roeslani (kedua kiri) (Foto: Antara/Fauzan)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) —  Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 menjadi 5%, lebih rendah dibandingkan perkiraan sebelumnya sebesar 5,1%. Revisi ini tercantum dalam laporan World Economic Outlook (WEO) edisi April 2026.

Penyesuaian proyeksi tersebut tidak lepas dari dampak konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu lonjakan harga komoditas, terutama energi. Kenaikan harga ini dinilai memberi tekanan pada aktivitas ekonomi global, termasuk Indonesia.

“Perekonomian di seluruh dunia menghadapi dampak buruk melalui pengaruh langsung dari kenaikan harga komoditas,” tulis IMF dalam laporannya.

Di kawasan Asia Tenggara, IMF memproyeksikan Vietnam menjadi negara dengan pertumbuhan tertinggi pada 2026, yakni 7,1%. Sementara Indonesia dan Malaysia diperkirakan tumbuh di kisaran 4,7%–5%, mencerminkan ketahanan yang relatif baik meski menghadapi tekanan eksternal.

IMF menggunakan skenario dasar (baseline) dengan asumsi konflik geopolitik berlangsung singkat dan mulai mereda pada pertengahan 2026. Namun, lembaga tersebut mengingatkan adanya risiko penurunan lebih lanjut jika konflik berlangsung lebih lama atau semakin intens.

Dari sisi global, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia melambat menjadi 3,1% pada 2026, turun dari 3,4% pada 2025. Perlambatan ini sejalan dengan lonjakan harga energi yang diproyeksikan meningkat hingga 19% pada tahun depan.

Harga minyak bahkan diperkirakan naik 21,4% dengan rata-rata mencapai sekitar US$82 per barel akibat gangguan produksi dan distribusi di kawasan Timur Tengah. Dampak lanjutan juga terlihat pada kenaikan harga pangan, seiring meningkatnya biaya energi, pupuk, serta terganggunya rantai pasok global.

IMF menilai kondisi ini berpotensi memperlebar ketimpangan antarnegara. Negara dengan ketergantungan tinggi terhadap impor energi diperkirakan menghadapi tekanan lebih besar, sementara negara pengekspor energi justru dapat memperoleh keuntungan dari kenaikan harga komoditas.

Baca Juga  Nilai perdagangan RI-Rusia capai Rp87,5 T per akhir 2025

“Tanpa adanya perang, aktivitas ekonomi global sebenarnya berpotensi tetap berada di jalur stabil pada 2026. Namun, konflik yang berlangsung saat ini menambah ketidakpastian dan menekan prospek pertumbuhan,” tulis IMF.

Dengan berbagai risiko tersebut, prospek ekonomi Indonesia tetap dinilai solid, meski perlu mewaspadai tekanan eksternal, terutama dari fluktuasi harga energi dan dinamika geopolitik global.

harga minyak imf pertumbuhan ekonomi Indonesia World Economic Outlook
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleVideo: Kasus CU Aek Nabara, BNI Pastikan Pengembalian Dana Nasabah Rp28 Miliar
Next Article Jokowi Tanggapi Jasa JK Bawa ‘Orang Kampung’ Jadi Presiden

Berita Lainnya

IHSG Diproyeksikan Lanjut Menguat, Phintraco Rekomendasikan BBCA, ICBP, EXCL, TKIM, dan SMGR

17 Juli 2026 / 08:21 WIB

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat ke 6.130, ANTM, ARTO, dan ARCI Jadi Rekomendasi BRI Danareksa

17 Juli 2026 / 07:58 WIB

Mirae Asset: Peringkat BBB S&P Jadi Sentimen Positif, Namun Risiko Ekonomi Masih Membayangi

17 Juli 2026 / 05:24 WIB

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, MNC Sekuritas Rekomendasikan INCO, INDY, ISAT, dan OASA

17 Juli 2026 / 04:27 WIB

IHSG Berpeluang Menguat Terbatas, ANTM hingga ISAT Jadi Pilihan Trading Hari Ini

16 Juli 2026 / 08:39 WIB

IHSG Diproyeksikan Tetap Bullish, BRI Danareksa Rekomendasikan AADI, KIJA, dan BUKA

16 Juli 2026 / 07:33 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Respon Iran Terkait Trump Tunda Serang Fasilitas Energi

Deba Salamah24 Maret 2026 / 04:30 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.