Jakarta (tutur.co.id) — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja positif sepanjang periode 13–17 April 2026. Data perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan indeks ditutup menguat 2,35% ke level 7.634,004 dari posisi 7.458,496 pada pekan sebelumnya.
Kenaikan IHSG sejalan dengan peningkatan signifikan aktivitas perdagangan, terutama pada sisi volume transaksi harian. Rata-rata volume transaksi tercatat melonjak 33,12% menjadi 42,98 miliar lembar saham, dibandingkan 32,28 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
“Rata-rata volume transaksi harian BEI pekan ini yaitu sebesar 33,12% menjadi 42,98 miliar lembar saham dari 32,28 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya,” ujar P.H Sekretaris Perusahaan BEI, Valentina Simon dalam keterangan tertulis, Minggu (19/4/2026).
Tidak hanya volume, rata-rata frekuensi transaksi harian juga meningkat 32,71% menjadi 2,72 juta kali transaksi dari sebelumnya 2,05 juta kali transaksi. Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian naik 17,56% menjadi Rp20,36 triliun dari Rp17,32 triliun.
Kinerja positif juga tercermin dari peningkatan kapitalisasi pasar BEI yang naik 3,38% menjadi Rp13.635 triliun, dari Rp13.189 triliun pada pekan sebelumnya.
Meski demikian, tekanan dari investor asing masih terlihat. Pada perdagangan Jumat, investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp931,61 miliar. Secara akumulatif sepanjang 2026, nilai jual bersih investor asing telah mencapai Rp39,86 triliun.
“Sepanjang 2026, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp39,86 triliun,” tulis BEI.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun IHSG menguat dan aktivitas perdagangan meningkat, sentimen eksternal serta arus modal asing masih menjadi faktor yang perlu dicermati oleh pelaku pasar.

