Teheran (Tutur.co.id) – Di tengah situasi geopolitik yang masih bergejolak, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) pada Sabtu menyatakan bahwa Selat Hormuz telah kembali ke “kondisi sebelumnya” dan kini berada di bawah kendali penuh angkatan bersenjata Iran. Pernyataan ini merujuk pada situasi pascablokade yang dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Dalam keterangan yang disampaikan melalui kantor berita Tasnim, komando gabungan IRGC menegaskan bahwa jalur perairan strategis tersebut saat ini berada dalam pengawasan ketat militer. Mereka juga menyebut bahwa kondisi ini akan tetap berlangsung hingga kebebasan pergerakan kapal menuju dan keluar dari Iran benar-benar dipulihkan.
Pernyataan tersebut muncul tak lama setelah Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran, menyampaikan bahwa Selat Hormuz telah “sepenuhnya terbuka” bagi kapal-kapal komersial. Melalui platform X pada Jumat (17/4/2026), ia menjelaskan bahwa keputusan itu diambil sejalan dengan kesepakatan gencatan senjata di kawasan, termasuk dinamika yang melibatkan Lebanon.
Ketegangan di kawasan ini berakar dari eskalasi konflik sejak 28 Februari, ketika Israel bersama Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran. Teheran kemudian merespons dengan serangan balasan ke Israel serta sejumlah negara di kawasan yang menampung aset militer AS, yang disebut sebagai langkah pertahanan diri.
Sejak 8 April, konflik tersebut memasuki fase jeda setelah Pakistan memediasi gencatan senjata selama dua pekan. Upaya diplomatik pun mulai digalakkan, dengan Washington dan Teheran menggelar pembicaraan di Pakistan pada akhir pekan lalu guna mencari jalan menuju perdamaian jangka panjang.
Meski demikian, situasi di lapangan masih menyisakan ketidakpastian. IRGC menegaskan bahwa pengawasan ketat di Selat Hormuz akan terus diberlakukan hingga ada jaminan penuh atas kebebasan navigasi. Di sisi lain, rencana pertemuan lanjutan antara kedua pihak di Islamabad masih dalam tahap penjajakan, mencerminkan bahwa proses menuju stabilitas kawasan belum sepenuhnya menemukan titik terang.

