London (Tutur.co.id) – Pertandingan besar menanti di Etihad Stadium pada Minggu (19/4/2026), ketika Arsenal datang menantang Manchester City dalam laga krusial perebutan gelar Premier League. Di tengah tekanan dan hitung-hitungan klasemen, Mikel Arteta justru memilih pendekatan yang tegas yakni timnya tidak akan bermain untuk hasil imbang.
“Kami ingin memenangkan pertandingan. Kami datang untuk menang. Kami bahkan tidak membicarakan soal hasil imbang,” ujar Arteta, seperti dikutip dari The Guardian, Sabtu. Baginya, setiap laga selalu dipersiapkan dengan satu tujuan—meraih kemenangan, tanpa kompromi.
Secara matematis, hasil imbang sebenarnya cukup menguntungkan bagi Arsenal yang saat ini unggul enam poin atas City, meski telah memainkan satu pertandingan lebih banyak. Namun, Arteta menolak terjebak dalam kalkulasi aman. Ia menilai mentalitas menyerang dan keberanian tetap menjadi kunci dalam momen penentuan seperti ini.
Meski demikian, performa Arsenal belakangan memunculkan tanda tanya, terutama di lini depan. Dalam lima pertandingan terakhir, mereka hanya mampu mencetak tiga gol, termasuk kekalahan 0-2 dari City di final Piala Liga Inggris pada 22 Maret lalu. Di sisi lain, kekuatan utama The Gunners musim ini justru terletak pada pertahanan yang solid.
Arteta pun menegaskan bahwa timnya tidak akan tampil bertahan, sekaligus menepis anggapan bahwa Arsenal akan mengulang pendekatan hati-hati seperti saat bermain imbang tanpa gol di Etihad pada 2024—sebuah laga yang kala itu menuai kritik, termasuk dari gelandang City, Rodri.
“Kami tidak akan merencanakan permainan seperti itu karena kami tidak pernah melakukannya. Terkadang lawan memang memaksa Anda bermain lebih dalam, dan melawan City itu bisa terjadi. Itu realitasnya,” kata Arteta, menekankan fleksibilitas yang tetap berpijak pada prinsip menyerang.
Ia juga mengingatkan bahwa hasil apa pun harus diikuti dengan konsistensi di pertandingan berikutnya. Menurutnya, satu poin hanya akan berarti jika mampu dijaga dengan performa maksimal di laga-laga selanjutnya.
Menjelang laga penting ini, Arsenal masih dibayangi persoalan cedera. Bukayo Saka dipastikan absen akibat cedera Achilles, sementara kondisi Jurrien Timber, Riccardo Calafiori, dan Martin Odegaard masih belum sepenuhnya jelas.
Di tengah kabar tersebut, sedikit angin segar datang dengan peluang kembalinya Noni Madueke yang sebelumnya mengalami masalah saat menghadapi Sporting.
Dengan segala dinamika yang menyelimuti, Arsenal tetap melangkah ke Manchester dengan keyakinan penuh. Bagi Arteta, laga ini bukan tentang mengamankan posisi, melainkan tentang menunjukkan keberanian untuk merebut gelar dengan cara yang meyakinkan.

