Jakarta (Tutur.co.id) – Presiden Prabowo Subianto menjawab pertanyaan terkait masalah-masalah yang dihadapi Indonesia saat ini. Salah satunya terkait dengan ketahanan pangan dan energi. Menurut Presiden Prabowo masalah pangan itu menjadi hal dasar yang harus menjadi perhatian.
“Saya bermadzab akal sehat. Saya berfikir selalu basic atau esensi dari masalah. Esensi bernegara, esensi peradapan manusia. Yang pertama itu kan pangan, makan,” kata Presiden Prabowo saat menjawab sebuah pertanyaan terkait ketahanan pangan dan energi dalam program Presiden Prabowo Menjawab.
Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa makan itu sangat dasar dan perang yang terjadi saat ini juga dipicu perebutan pangan.
“Saya ini suka baca sejarah dan latar belakang sebagai prajurit mendorong saya untuk terus belajar sejarah. Masalah yang asasi itu selalu pangan. Awalnya perang adalah rebutan pangan, rebutan air, rebutan tanah subur. Karena ada suku lain jadilah perang,” kata Prabowo.
Hal itu yang membuat Prabowo selalu menegaskan ketahanan pangan jika Indonesia benar-benar ingin merdeka. Ia juga tak sungkan-sungkan menjadikan Bung Karno untuk menggambarkan pentingnya pangan dalam berbangsa dan bernegara.
“Jadi kalau kita ingin merdeka kita harus jamin sumber pangan. Itu juga yang disampaikan Bung Karno. Bung Karno pertama memimpin yang diurus pangan dan pertanian. Dia bikin IPB, ia juga yang bilang lapar perut tidak bisa menunggu. Jadi Waktu itu saya beda pandangan dengan mereka yang bermadzab globalisasi efisiensi lalu kita bisa belanja dimana saja. Selain itu bumi kita semakin kecil,” bebernya.

