Jakarta (tutur.co.id) – Pengamat Politik Luar Negeri Pitan Daslani membeberkan alasan perundingan damai antar Amerika Serikat dengan Iran di Pakistan berujung kegagalan. Menurutnya ada tiga alasan utama yang membuat Pitan sangat yakin pertemuan di Islamabad itu akan tanpa hasil.
Yang pertama, menurut Pitan saat menjadi bintang tamu podcast Bang Don Zuper Opini, pemilihan Pakistan sebagai juru damai sangatlah tidak tepat. Menurutnya ada beberapa negara lain yang lebih laiak menjadi mediator dalam perundingan tersebut.
“Saya juga bertanya kok Pakistan yang menjadi mediator. Menurut saya itu pilihan salah karena Pakistan tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel. Padahal Israel yang memulai perang. Kan tuan rumah perundingan harusnya netral dan diterima semua pihak,” kata Pitan Daslani.
Menurut Pitan, beberapa negara seperti Mesir lebih laiak menjadi penengah dalam perundingan AS versus Iran. Hal itu karena Mesir punya hubungan diplomatik dengan dua negara tersebut.
Kedua, lanjut Pitan, mekanisme perundingan juga sangat janggal. Hal itu dilihat dari banyaknya tuntutan yang dibawa masing-masing delegasi, baik delegasi AS maupun Iran.
“Kedua, mekanisme perundingan damai juga tidak seimbang. Iran dengan 10 tuntutan sedangkan Amerika Serikat dengan 15 tuntutan. Gak adil makanya tidak bisa. Harusnya peran tuan rumah harus mensinkronkan jumlah tuntutan itu,” kata Pitan Daslani.
Lalu yang terakhir menurut Pitan Daslani, sebelum pertemuan di Islamabad berlangsung, Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif telah membuat blunder dengan pernyataannya. Ia mengatakan semua Yahudi Eropa harus diusir dan dibuang ke api neraka.
“Ya itu yang membuat Benjamin Netanyahu marah karena bapaknya kan Yahudi Polandia dan ibunya Yahudi Lithuania. Jadi memang dari Eropa. Makanya di bom lah itu Lebanon saat perundingan biar gagal,” pungkas Pitan Daslani.
Buat Kawan Tutur dapat menyaksikan perbincangan menarik Pitan Daslani dengan Don Bosco Selamun di akun youtube Tutur TV yang akan tayang hari ini pukul 20.00 WIB.

