Washington DC (Tutur.co.id) – Operasi blokade angkatan laut Amerika Serikat di sekitar wilayah Iran mulai menunjukkan dampak nyata di lapangan. Dalam pernyataan terbarunya, United States Central Command (CENTCOM) mengungkapkan bahwa sedikitnya 14 kapal telah mengubah haluan sebagai bentuk kepatuhan terhadap blokade yang diberlakukan.
“Pasukan AS bersikap fokus, waspada, dan sangat termotivasi saat melaksanakan blokade terhadap kapal-kapal yang mencoba masuk atau keluar dari pelabuhan Iran. Setelah 72 jam dilakukan blokade, 14 kapal telah berbalik arah,” demikian pernyataan CENTCOM melalui platform X.
Langkah tersebut menandai fase awal penegakan blokade yang kini tidak hanya bersifat deklaratif, tetapi telah masuk ke tahap operasional di laut.
Sebelumnya, Kepala Staf Gabungan AS, Dan Caine, menjelaskan bahwa fokus utama Angkatan Laut bukan pada penutupan total Selat Hormuz, melainkan pada pengawasan ketat garis pantai dan pelabuhan Iran.
Menurutnya, operasi tersebut mencakup wilayah perairan teritorial Iran serta perairan internasional dalam cakupan tanggung jawab militer Amerika Serikat. Strategi ini memungkinkan pengawasan lebih luas terhadap aktivitas maritim yang dinilai mendukung Iran.
Caine menambahkan, kapal-kapal di bawah komando Indo-Pasifik AS juga akan berperan aktif dalam operasi ini, termasuk mengejar kapal berbendera Iran atau kapal lain yang diduga memberikan dukungan material, seperti pengangkutan minyak melalui armada bayangan.
Dengan pendekatan tersebut, Washington berupaya mempersempit ruang gerak logistik Iran di laut tanpa harus menutup jalur pelayaran global sepenuhnya.
Meski demikian, langkah ini juga meningkatkan risiko ketegangan di kawasan, mengingat Iran sebelumnya telah memperingatkan bahwa setiap upaya pembatasan aktivitas maritimnya dapat memicu respons lebih lanjut.

