Jakarta (Tutur.co.id) – Elektabilitas Presiden Prabowo Subianto masih berada di posisi teratas dalam simulasi “top of mind” yang dirilis Poltracking Indonesia. Temuan ini sejalan dengan tingginya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah yang tercatat berada di atas 70 persen.
Peneliti Utama Poltracking, Masduri Amrawi, menyebutkan sebanyak 32,9 persen responden secara spontan menyebut nama Prabowo saat ditanya tanpa opsi jawaban dalam simulasi tersebut.
“Ini pertanyaan top of mind, jadi kita tanya secara langsung tanpa menyebutkan nama. Sebanyak 32,9 persen pemilih masih memilih Presiden Prabowo Subianto,” ujar Masduri dalam rilis daring di Jakarta, Senin.
Dalam simulasi yang sama, nama Dedi Mulyadi berada di posisi kedua dengan 13,5 persen, disusul Anies Baswedan dengan 9,2 persen. Kandidat lainnya tercatat berada di bawah lima persen.
Meski demikian, masih terdapat 28,8 persen responden yang belum menentukan pilihan. Angka ini menunjukkan bahwa dinamika politik masih terbuka, meski dominasi Prabowo mencerminkan persepsi publik yang relatif kuat terhadap kepemimpinannya saat ini.
Keunggulan elektabilitas tersebut beriringan dengan tingginya tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah, yang mencapai 74,1 persen. Sementara itu, tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden berada di angka 74,9 persen, dan tingkat kepercayaan publik mencapai 75,1 persen.
Survei juga mencatat variasi tingkat kepuasan di berbagai wilayah. Jawa Barat menjadi wilayah dengan tingkat kepuasan tertinggi sebesar 89,2 persen, diikuti Kalimantan 87,2 persen dan Maluku-Papua 83,8 persen. Jawa Timur mencatat 80,7 persen, Sumatera 74,2 persen, sementara Jawa Tengah dan Bali-Nusa Tenggara masing-masing berada di angka 67,5 persen dan 69,7 persen. Sulawesi menunjukkan tingkat kepuasan yang relatif berimbang.
“Perbedaan ini tentu berkaitan dengan akses, paparan informasi, serta dampak kebijakan di masing-masing wilayah,” jelas Masduri.
Survei ini dilakukan pada 2–8 Maret 2026 dengan melibatkan 1.220 responden berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah. Metode yang digunakan adalah stratified multistage random sampling dengan margin of error sebesar 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka oleh enumerator terlatih. Validasi data mengacu pada sensus Badan Pusat Statistik 2020, disertai pembobotan sampel serta pengendalian kualitas melalui spot check, verifikasi ulang via telepon, dan sistem pelaporan berbasis aplikasi dengan dukungan foto serta geolokasi.

