Jakarta (Tutur.co.id) – Menteri Luar Negeri Sugiono terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) periode 2026–2030 dalam Musyawarah Nasional XVI IPSI di Jakarta, Sabtu (11/4/2026) malam.
Dalam sambutannya, Sugiono menyampaikan penghormatan kepada pendahulunya, Prabowo Subianto, yang telah memimpin organisasi tersebut selama puluhan tahun. Ia menilai dedikasi Prabowo dalam membina pencak silat nasional merupakan perjalanan panjang yang tidak mudah.
“Ada satu rasa haru yang begitu besar karena beliau mengatakan mulai dari tahun 1988 sampai 2026, kurang lebih 38 tahun mengurus pencak silat. Satu waktu yang sangat panjang yang jika tidak berasal dari lubuk hati yang paling dalam, saya yakin tidak mungkin bisa tercapai,” ujar Sugiono.
Sebelum terpilih sebagai ketua umum, Sugiono menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PB IPSI periode 2021–2025. Ia kini melanjutkan estafet kepemimpinan dengan membawa misi memperkuat posisi pencak silat, baik sebagai olahraga prestasi maupun sebagai warisan budaya bangsa.
Ia mengakui bahwa amanah tersebut bukanlah tugas ringan. “Kami merasa begitu terhormat. Namun di sisi lain terbersit harapan besar yang diletakkan di pundak kami untuk bisa melanjutkan semua prestasi yang telah beliau torehkan,” katanya.
Ke depan, Sugiono mendorong pencak silat untuk semakin terintegrasi dalam sistem pendidikan nasional serta terus diperjuangkan agar dapat tampil di ajang Olimpiade.
“Pencak silat harus menjadi warna pembangunan manusia Indonesia dan cita-cita kita untuk melihat pencak silat menjadi bagian dari Olimpiade harus diwujudkan,” ujarnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keputusan untuk tidak melanjutkan jabatannya sebagai Ketua Umum PB IPSI. Ia menyebut tanggung jawab sebagai kepala negara tidak memungkinkan dirinya menjalankan peran tersebut secara optimal.
“Hari ini saya menyatakan bahwa saya mohon izin untuk tidak melanjutkan sebagai Ketua Umum PB IPSI. Karena saya sudah mengemban tugas kebangsaan yang menyita waktu saya, sehingga tidak mungkin saya efektif sebagai Ketua Umum PB IPSI,” kata Prabowo.
Meski demikian, Prabowo menegaskan komitmennya untuk tetap mendukung pengembangan pencak silat dari posisinya sebagai Presiden. Ia juga mengungkapkan kebanggaannya atas perjalanan panjang yang telah ia lalui bersama organisasi tersebut.

