Jakarta (tutur.co.id) — Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, mengajak perempuan Indonesia untuk tidak lagi hanya menjadi penerima manfaat, melainkan tampil sebagai pelaku yang aktif berkarya dan berkontribusi bagi perekonomian nasional.
“Jadi, kita tidak bicara lagi soal perempuan sebagai penerima manfaat, tapi kita membicarakan perempuan itu juga sebagai bagian dari karya-karya yang bisa mendukung strategi ekonomi buat bangsa kita,” ujar Veronica saat membuka pameran Indonesian Women Artist (IWA) #4 di Jakarta, Kamis (10/4/2026).
Ia menekankan pentingnya membuka akses dan ruang bagi perempuan yang telah memiliki karya, namun belum memiliki wadah untuk menampilkan potensi mereka. Menurutnya, pameran ini harus menjadi lebih dari sekadar ajang seni.
“Marilah kita bersama-sama menjadikannya sebuah movement untuk bergerak, berjuang untuk para perempuan yang sudah mempunyai karya mereka tapi tidak mempunyai akses,” katanya.
Pameran ini diharapkan menjadi platform yang mampu meningkatkan daya saing perempuan seniman sekaligus memperkuat kepercayaan diri mereka dalam berkarya.
Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Estiyanti Nurjadin, menyebut pameran IWA tidak hanya menghadirkan karya, tetapi juga membangun dokumentasi budaya yang berkelanjutan.
“Rangkaian pameran ini tidak hanya membangun arsip kultural tapi juga sekaligus meneguhkan kontribusi perempuan perupa dalam percakapan kebudayaan yang lebih luas,” ujarnya.
Pameran Indonesian Women Artist (IWA) #4 digelar di Galeri Nasional Indonesia mulai 10 April hingga 30 Juni 2026, sekaligus menyambut Hari Perempuan Sedunia, Hari Kartini, dan hari jadi Kota Jakarta.
Sejumlah perupa yang terlibat antara lain Bibiana Lee, Citra Sasmita, Dyantini Adeline, hingga Irene Agrivina, serta KaNa Fuddy Prakoso, Ni Nyoman Sani, Rani Jambak, dan Tara Kasenda. Pameran ini dikurasi oleh Carla Bianpoen bersama Vidhyasuri Utami dan Bagus Purwoadi.

