Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Finance»IMF Siapkan Dana US$50 Miliar, Bank Dunia Pangkas Proyeksi Ekonomi akibat Perang Timur Tengah

IMF Siapkan Dana US$50 Miliar, Bank Dunia Pangkas Proyeksi Ekonomi akibat Perang Timur Tengah

Finance Gusti Tetiro10 April 2026 / 14:08 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Dana Moneter Internasional (IMF) mengantisipasi lonjakan permintaan bantuan keuangan global seiring dampak ekonomi dari konflik Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, mengatakan pihaknya telah menyiapkan dana hingga US$50 miliar untuk membantu negara-negara yang terdampak.

“Mengingat dampak limpahan dari perang, kami memperkirakan permintaan dukungan neraca pembayaran IMF dalam jangka pendek akan meningkat antara US$20 miliar hingga US$50 miliar,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).

IMF juga memperingatkan bahwa krisis ini berpotensi memicu kerawanan pangan global yang dapat berdampak pada sedikitnya 45 juta orang.

 

Rantai Pasok Terganggu, Negara Miskin Terpukul

Konflik di kawasan tersebut telah menyebabkan gangguan serius pada rantai pasok global, khususnya energi. IMF menilai dampaknya bersifat asimetris, dengan negara berpenghasilan rendah pengimpor energi menjadi pihak yang paling terdampak.

Georgieva menyoroti kerentanan negara-negara kepulauan di Pasifik yang berada di ujung rantai distribusi energi global dan menghadapi ketidakpastian pasokan bahan bakar.

Kenaikan harga energi, kerusakan infrastruktur, serta turunnya kepercayaan pasar disebut akan menekan pertumbuhan ekonomi global dalam jangka menengah.

“Bahkan dalam skenario terbaik sekalipun, tidak akan ada pemulihan yang rapi ke kondisi sebelum konflik,” tegasnya.

 

Bank Dunia Pangkas Proyeksi

Senada dengan IMF, World Bank atau Bank Dunia juga merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Timur dan Pasifik pada 2026.

Kepala Ekonom kawasan tersebut, Aaditya Mattoo, menyebut pertumbuhan kini diperkirakan hanya mencapai 4,2%, turun 0,1% dari proyeksi sebelumnya.

“Kami memangkas proyeksi secara moderat. Dampaknya belum dramatis, namun tetap perlu diwaspadai,” ujarnya.

Menurutnya, gangguan di sektor energi yang memicu lonjakan harga bahan bakar menjadi faktor utama perlambatan ekonomi, terutama bagi negara yang masih bergantung pada impor energi.

Baca Juga  Rupiah Diproyeksi Lanjut Menguat di Tengah Sinyal Redanya Ketegangan Timur Tengah

Selain itu, ketidakpastian geopolitik dan rapuhnya gencatan senjata juga mendorong pelaku pasar dan investor untuk bersikap lebih hati-hati.

 

Tekanan Global Masih Berlanjut

Baik IMF maupun Bank Dunia menilai, konflik Timur Tengah tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga berpotensi menahan laju pemulihan ekonomi global.

Selama ketegangan geopolitik belum mereda secara berkelanjutan, risiko terhadap inflasi, harga energi, dan arus investasi diperkirakan tetap tinggi.

Dampak perang Timur Tengah IMF bantuan global krisis energi global Proyeksi ekonomi Bank Dunia
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleJadwal Live Semifinal AFF Futsal 2026: Indonesia vs Vietnam, Ujian Berat Garuda Menuju Final
Next Article Veronica Tan Ajak Perempuan “Naik Kelas”: Jadi Pendukung Strategi Ekonomi Bangsa

Berita Lainnya

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Celios: Danantara Harus Perketat Seleksi Proyek Hilirisasi Usai Bergabung dengan Forum SWF Dunia

17 Juli 2026 / 16:58 WIB

Survei BI: Aktivitas Dunia Usaha Menguat pada Triwulan II 2026, Sektor Riil Jadi Penopang Utama

17 Juli 2026 / 15:58 WIB

Gencatan Senjata Runtuh! Langit Kuwait dan Bahrain Mencekam

16 Juli 2026 / 22:58 WIB

Telah Keluar Perintah Iran untuk Houthi Yaman, Blokade Laut Merah!

16 Juli 2026 / 22:01 WIB

S&P: Danantara Berpotensi Perkuat Daya Saing BUMN dan Dongkrak Penerimaan Negara

16 Juli 2026 / 17:42 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Penyakit Jantung Bisa Dicegah, Dokter Ungkap 5 Kebiasaan Sederhana yang Paling Berpengaruh

Muthia Hanifah06 Juni 2026 / 05:02 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.