Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tiga Faktor yang Bisa Membuat Tembok Baja Spanyol Ambruk
  • Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
  • Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?
  • Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat
  • Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?
  • Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Politik»Prabowo ke Murid Sekolah Rakyat: Jangan Pernah Malu Punya Orang Tua Buruh dan Pemulung

Prabowo ke Murid Sekolah Rakyat: Jangan Pernah Malu Punya Orang Tua Buruh dan Pemulung

Politik Alpin Pulungan12 Januari 2026 / 15:17 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Presiden RI Prabowo Subianto. Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Di hadapan ratusan siswa Sekolah Rakyat, Presiden Prabowo Subianto memilih berbicara tanpa jarak. Ia tidak memulai dengan angka, target, atau jargon pembangunan. Pesannya sederhana, tapi menghujam ke dasar persoalan. Soal harga diri, soal kejujuran, soal kerja keras yang sering kali lahir dari rumah-rumah sederhana.

Peresmian operasional 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026), menjadi panggung bagi Presiden untuk menyapa anak-anak yang selama ini tumbuh jauh dari sorotan. Ia meminta para siswa tidak pernah merasa kecil hanya karena latar belakang keluarga mereka tidak mentereng. Sekolah Rakyat, kata Prabowo, justru dibangun agar anak-anak dari keluarga buruh, petani, pemulung, dan pekerja informal punya tempat berdiri yang sama.

Prabowo menegaskan kemiskinan bukan alasan untuk minder, apalagi malu. Ia mengingatkan bahwa banyak orang tua bekerja dengan keringat dan kejujuran, meski hidup serba pas-pasan. Dalam suasana yang hening, Prabowo menyampaikan pesan itu dengan nada yang tegas namun penuh empati.

“Anak-anak Sekolah Rakyat, murid-murid, anak-anakku, jangan kau kecil hati, jangan kau malu orang tuamu hanya buruh atau hanya petani miskin atau hanya tukang pemulung. Jangan kau malu, mereka mulia, mereka kerja keras, halal, bekerja dengan keringat untuk masa depanmu,” ujarnya, seperti dilihat tutur.co.id di Channel YouTube Sekretariat Presiden.

Bagi Prabowo, kemuliaan tidak diukur dari jabatan atau gelar, melainkan dari cara seseorang mencari nafkah. Pekerjaan orang tua sebagai buruh, petani, pemulung, atau pekerja informal lainnya adalah pekerjaan terhormat, karena dilakukan dengan cara yang jujur. Nilai inilah yang ingin ia tanamkan sejak dini kepada para siswa.

Tak berhenti di situ, Presiden juga mengingatkan pentingnya menghormati dan menyayangi orang tua. Ia mendorong anak-anak Sekolah Rakyat untuk menunjukkan bakti secara nyata, bukan sekadar lewat kata-kata. Bagi Prabowo, kasih sayang dan hormat kepada orang tua adalah fondasi karakter yang tidak boleh runtuh, apa pun kondisi ekonomi keluarga.

Baca Juga  Tumpangi Mobil Listrik, Mensos Saifullah Yusuf Tiba di Gedung KPK 

Prabowo lalu menarik garis tegas antara kerja keras rakyat kecil dan perilaku segelintir elite yang justru merusak bangsa. Ia tidak segan menyebut korupsi sebagai pengkhianatan terhadap nilai kejujuran yang selama ini dijaga oleh rakyat kecil.

“Saya lebih hormat kepada pemulung dan tukang becak yang bekerja dengan keringat daripada orang-orang pintar tapi koruptor,” kata Prabowo.

Perbandingan itu bukan tanpa maksud. Prabowo ingin anak-anak memahami bahwa pendidikan tinggi tidak otomatis menjadikan seseorang bermartabat jika disalahgunakan untuk mencuri uang rakyat. Sebaliknya, mereka yang bekerja sederhana namun jujur justru pantas dihormati.

Prabowo juga menekankan bahwa keterbatasan ekonomi keluarga bukan kesalahan orang tua. Menurutnya, kondisi tersebut adalah tantangan yang masih dihadapi negara dalam mewujudkan kesejahteraan yang merata. Ia mengajak anak-anak untuk tidak menyalahkan keluarga atas keadaan yang ada.

Prabowo mengatakan pemerintah akan terus berjuang agar kekayaan negara bisa dinikmati oleh seluruh rakyat, termasuk mereka yang selama ini berada di lapisan terbawah. Negara, kata dia, masih berproses dan belum sepenuhnya mampu memberi yang terbaik bagi semua.

“Kalau orang tuamu belum mampu, bukan salah dia, bukan salah orang tuamu. Memang negara kita belum mampu memberi terbaik untuk semua rakyat,” ujarnya.

Di akhir pesannya, Sekolah Rakyat tidak ia tempatkan sekadar sebagai institusi pendidikan, melainkan sebagai ruang harapan. Tempat anak-anak dari keluarga sederhana belajar berdiri tegak, menatap masa depan tanpa rasa malu, dan membawa nilai kejujuran serta kerja keras sebagai bekal utama.

buruh dan pemulung pendidikan rakyat pesan Prabowo Prabowo Sekolah Rakyat
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKader Muda PDIP Kritik Pilkada via DPRD, Demokrasi Disebut Mirip Senam Poco-Poco
Next Article Lupakan Resolusi, 2026 Waktunya Beraksi

Berita Lainnya

Jalan Terjal RUU Perampasan Aset, Tuntutan Publik vs Strategi DPR

14 Juli 2026 / 13:06 WIB

Tutur PoV: Jangan Rampas Hak Rakyat Karena Politik Kita Rusak

05 Juli 2026 / 09:27 WIB

Video: Ramai Aksi Demonstrasi, Prabowo: Saya Tahu Siapa yang Bayar Demo-Demo Itu!

25 Juni 2026 / 15:00 WIB

PGN Siap Manfaatkan Stranded Gas Lapangan Sengeti untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

23 Juni 2026 / 20:04 WIB

Daftar Mantan Koruptor Kembali Masuk Jadi Petinggi Partai

22 Juni 2026 / 16:42 WIB

Polemik Mantan Koruptor, Bestari Barus: Hak Personal untuk Gabung PSI

22 Juni 2026 / 14:09 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Pertemuan Menlu Sugiono dengan Sekjen PBB, Fokus Masalah Palestina

Toto Pribadi17 Februari 2026 / 13:24 WIB

Tiga Faktor yang Bisa Membuat Tembok Baja Spanyol Ambruk

19 Juli 2026 / 02:00 WIB

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.