Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan signifikan dalam dua hari terakhir, setelah melonjak 4,42% pada Rabu (8/4/2026) dan kembali naik 0,39% ke level 7.307,58 pada Kamis (9/4/2026).
Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto menilai kenaikan ini mencerminkan pembalikan sentimen pasar setelah tekanan akibat eskalasi konflik global.
“Gencatan senjata ini memberikan katalis positif dalam jangka pendek, namun sifatnya masih sementara. Pasar tetap rentan terhadap perubahan sentimen,” ujarnya.
Sebelumnya, IHSG sempat tertekan hingga menyentuh level 6.971, seiring pelemahan rupiah mendekati Rp17.100 per dolar AS akibat sentimen risk-off.
Rully menambahkan, pergerakan rupiah masih berpotensi berada di kisaran Rp16.900–Rp17.100 per dolar AS, dengan risiko arus keluar dana asing yang tetap terbuka.
Dari sisi teknikal, Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji menyebut IHSG mulai menunjukkan sinyal perbaikan tren.
“Selama IHSG mampu bertahan di atas 7.200, peluang penguatan lanjutan tetap terbuka, meski potensi koreksi jangka pendek perlu diwaspadai,” ujarnya.
Ia menambahkan, level support berada di kisaran 7.117, sementara resistance berikutnya di area 7.400.
Meski menguat, pelaku pasar masih mencermati sejumlah risiko, mulai dari defisit APBN yang meningkat hingga ketidakpastian global. Selain itu, agenda review indeks oleh MSCI pada Mei mendatang juga berpotensi memengaruhi arah aliran dana asing ke pasar domestik.

