Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih melanjutkan tren pelemahan pada perdagangan Senin (6/4/2026), di tengah kombinasi sentimen global dan domestik yang kurang kondusif.
Tekanan dari dalam negeri datang dari masuknya dua emiten, yakni PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), ke dalam daftar kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi berdasarkan acuan MSCI. Kebijakan ini dinilai berpotensi meningkatkan volatilitas serta memicu aksi jual di pasar.
Di sisi eksternal, lonjakan harga minyak mentah kembali menjadi faktor pemberat IHSG. Kenaikan ini dipicu oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memberikan tenggat waktu terbaru kepada Iran untuk membuka jalur strategis Selat Hormuz.
Dalam risetnya, CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG akan bergerak dalam tren melemah dengan rentang support di level 6.915–6.800 dan resistance pada 7.140–7.250.
“IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan kisaran tersebut, seiring tekanan sentimen global dan domestik,” tulis CGS.
Dari pasar global, indeks-indeks utama di Wall Street ditutup bervariasi pada akhir pekan lalu, dengan mayoritas mencatatkan penguatan tipis. Namun, volatilitas tetap tinggi akibat lonjakan harga minyak dan ketidakpastian geopolitik.
Trump dalam pernyataan terbarunya menyebut Amerika Serikat semakin dekat untuk mengakhiri konflik dengan Iran, namun juga mengisyaratkan potensi serangan besar dalam dua hingga tiga pekan ke depan. Pernyataan ini memperkuat kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global.
Meski sempat menguat pada awal sesi setelah muncul laporan Iran bekerja sama dengan Oman untuk mengatur lalu lintas kapal di Selat Hormuz, sentimen positif tersebut tidak cukup kuat untuk menopang pasar secara berkelanjutan.
Dengan kondisi tersebut, investor cenderung bersikap hati-hati dan menunggu kejelasan arah konflik serta stabilitas harga energi global.
Di tengah tekanan pasar, CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan sejumlah saham untuk strategi trading jangka pendek, yaitu:
PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI)
PT Indika Energy Tbk (INDY)
PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)
PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG)
PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG)
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI)
Saham-saham tersebut dinilai memiliki potensi teknikal yang menarik di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif.

