Jakarta (Tutur.co.id) – Ketua Komisi III DPR Habiburokhman mencium gelagat perlawanan dari para penegak hukum yang menangani kasus videographer Amsal Christy Sitepu. Hal itu diungkapkan politisi Gerindra itu setelah Komisi III menggelar dengar pendapat kasus ini di Gedung DPR, Kamis 2 April 2026.
Nama Amsal Sitepu viral menyusul kasus mark up proyek pembuatan profil desa yang berujung membawanya ke penjara. Tak hanya itu, ia juga mendapat penyiksaan dan sempat dalam kondisi kritis akibat ulah aparat penegak hukum. Bahkan saat ia divonis bebas juga masih ada usaha intimidasi.
Hal itu terungkap di Senayan. Habiburokhman menyebutkan, tiba-tiba ada demo di Sumatera Utara, yang diduganya sengaja digerakkan oleh Kejari Karo. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karo Danke Rajagukguk pun menjadi bulan-bulanan para anggota dewan.
“Ini yang agak menjadi fenomena. Kami melihat adanya perlawanan, mungkin saja dari aparat penegak hukum kotor yang tidak merasa nyaman dengan aktivitas kami mendengar aspirasi rakyat dan menggelar RDPU,” kata Habiburokhman beberapa waktu lalu.
“Hari ini ada sekelompok orang yang melakukan demo di sana. Saya enggak tahu apakah digerakkan oleh Kajari Karo atau tidak, tapi kita akan cek,” sambung Habiburokhman.
Habiburokhman juga melihat ada narasi sesat yang dibangun oleh Kejari Karo. Narasi sesat ini berkaitan dengan penangguhan penahanan Amsal Sitepu yang diajukan oleh Komisi III DPR kepada majelis hakim.

