Washington D.C. (tutur.co.id) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pasukan AS akan meninggalkan Iran dalam dua hingga tiga pekan, menandai berakhirnya serangan terhadap negara itu. AS dan Israel telah melakukan serangan udara terhadap Iran sejak 28 Februari, yang menurut pemerintah Iran, telah menewaskan lebih dari 1.340 orang. Iran membalas dengan serangan drone dan rudal ke Israel serta sejumlah wilayah yang menampung aset militer AS di negara-negara Teluk. Menurut data resmi AS, sedikitnya 13 prajurit mereka telah tewas sejak perang dimulai. Konflik tersebut juga mendorong kenaikan harga energi dan mengganggu pelayaran di Selat Hormuz, jalur penting bagi pengiriman minyak global.
Trump mengatakan, tujuan pemerintahan AS untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir telah tercapai. Serangan AS sangat melemahkan kemampuan militer Iran, kata Trump, seraya menambahkan bahwa Iran memerlukan ’15 hingga 20 tahun” untuk membangun lagi kekuatannya. Trump juga mengeklaim telah terjadi “perubahan rezim” di Iran dengan merujuk pada tewasnya Ayatollah Ali Khamenei.
