Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Investasi Makin Diminati, Ini 5 Tips Agar Cuan Optimal dan Risiko Tetap Terkendali
  • Tiga Faktor yang Bisa Membuat Tembok Baja Spanyol Ambruk
  • Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
  • Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?
  • Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat
  • Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Makro»OECD Pangkas Proyeksi Ekonomi RI 2026, Inflasi Diprediksi Lebih Tinggi Akibat Gejolak Global

OECD Pangkas Proyeksi Ekonomi RI 2026, Inflasi Diprediksi Lebih Tinggi Akibat Gejolak Global

Makro Gusti Tetiro30 Maret 2026 / 02:58 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Presiden Prabowo Subianto (tengah) didampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kanan), Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan P. Roeslani (kedua kiri) (Foto: Antara/Fauzan)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk 2026 dan 2027, seiring meningkatnya tekanan global akibat konflik geopolitik di Timur Tengah. Dalam laporan terbarunya, OECD juga memperkirakan inflasi Indonesia akan lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya.

Dalam laporan Economic Outlook: Testing Resilience edisi Maret 2026, OECD memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 menjadi 4,8% dari sebelumnya 5%. Sementara itu, proyeksi pertumbuhan 2027 juga direvisi turun menjadi 5,0% dari 5,1% pada outlook Desember 2025.

Meski terjadi revisi ke bawah, OECD mencatat bahwa kinerja ekonomi Indonesia pada 2025 sebenarnya melampaui ekspektasi awal. Pertumbuhan yang lebih kuat juga terjadi di kawasan zona euro dan Arab Saudi, didorong oleh peningkatan ekspor serta dukungan subsidi pemerintah untuk menjaga konsumsi domestik.

Memasuki 2026, OECD menilai terdapat sentimen positif dari kebijakan global, terutama terkait pembatalan tarif resiprokal oleh Amerika Serikat terhadap sejumlah negara berkembang, termasuk Indonesia. Kebijakan tersebut dinilai dapat menopang kinerja perdagangan, dengan catatan tarif 10% tetap berlaku sepanjang 2026 hingga 2027.

“Di Indonesia, pertumbuhan diproyeksikan akan tetap stabil karena stimulus fiskal baru-baru ini mendukung pertumbuhan konsumsi swasta,” tulis OECD dalam laporannya.

Namun demikian, risiko perlambatan tetap membayangi. OECD mengingatkan bahwa pelemahan ekonomi China berpotensi menekan kinerja ekspor Indonesia, sehingga berdampak pada pertumbuhan secara keseluruhan.

Dari sisi harga, tekanan inflasi diperkirakan meningkat akibat lonjakan harga energi global. Konflik di Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Iran serta eskalasi dengan AS dan Israel sejak akhir Februari 2026, telah memicu gangguan pasokan energi dari kawasan Teluk.

Kondisi ini mendorong OECD merevisi proyeksi inflasi Indonesia pada 2026 menjadi 3,4%, lebih tinggi dari estimasi sebelumnya sebesar 3,1%. Sementara itu, pada 2027 inflasi diperkirakan menurun ke level 2,6%, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya sebesar 3,2%.

Baca Juga  Impor Indonesia Melonjak 22,49% pada April 2026, Bahan Baku dan Migas Jadi Pendorong Utama

Kendati tekanan inflasi meningkat, kebijakan moneter Indonesia dinilai tetap berada dalam jalur yang hati-hati. Bank Indonesia diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada level moderat guna menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus mengendalikan ekspektasi inflasi.

Keseimbangan kebijakan ini menjadi krusial di tengah volatilitas global yang masih tinggi. Dengan kombinasi stimulus fiskal domestik dan kehati-hatian moneter, prospek ekonomi Indonesia dinilai tetap resilien meski menghadapi tekanan eksternal yang tidak ringan.

headline inflasi Indonesia OECD Indonesia pertumbuhan ekonomi proyeksi ekonomi 2026
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKim Jong Un Pamer Kekuatan Roket Baru Tercanggih Korea Utara
Next Article IHSG Berpotensi Sideways di 7.000–7.200, Ini 6 Saham Rekomendasi Awal Pekan

Berita Lainnya

Investasi Makin Diminati, Ini 5 Tips Agar Cuan Optimal dan Risiko Tetap Terkendali

19 Juli 2026 / 06:18 WIB

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan

18 Juli 2026 / 18:39 WIB

OPINI: Takdir di Balik Lionel Messi, Memandikan Bayi Lamine Yamal 19 Tahun Lalu, Kini Keduanya Berhadapan di Final Piala Dunia 2026

18 Juli 2026 / 18:19 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Purbaya Umumkan Defisit APBN Menyusut Rp164,4 T per April 2026

Ahmad Nuryaman19 Mei 2026 / 21:00 WIB

Investasi Makin Diminati, Ini 5 Tips Agar Cuan Optimal dan Risiko Tetap Terkendali

19 Juli 2026 / 06:18 WIB

Tiga Faktor yang Bisa Membuat Tembok Baja Spanyol Ambruk

19 Juli 2026 / 02:00 WIB

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.