Pyongyang (Tutur.co.id) – Korea Utara mengklaim telah berhasil menguji motor roket berbahan bakar padat dengan daya dorong mencapai 2.500 kiloNewton (kN), dalam laporan yang dipublikasikan media resmi negara tersebut.
Informasi ini pertama kali disiarkan oleh Korean Central News Agency (KCNA), yang menyebut uji coba tersebut diawasi langsung oleh pemimpin Kim Jong Un. Uji ini disebut sebagai bagian dari pengembangan teknologi rudal strategis Pyongyang.
Narasi serupa juga diperkuat oleh media pemerintah lainnya seperti Rodong Sinmun dan Voice of Korea, yang menyoroti penggunaan nozzle berbahan serat karbon sebagai indikator kemajuan teknologi militer Korea Utara.
Namun, seluruh informasi teknis yang beredar berasal dari sumber yang dikontrol penuh oleh negara, tanpa adanya verifikasi independen terhadap spesifikasi yang diklaim.
Sejumlah analis militer menilai bahwa angka dorong 2.500 kNĀ menempatkan Korea Utara dalam kategori negara dengan kemampuan mesin roket kelas rudal balistik antarbenua (ICBM) modern. Namun, mereka mengingatkan bahwa klaim teknologi dari Pyongyang kerap dibarengi unsur propaganda.
Media internasional seperti Reuters mengonfirmasi bahwa uji coba memang terjadi, tetapi tidak dapat memastikan detail teknis seperti besaran daya dorong maupun efektivitas sistem yang diuji.
Selain itu, keberhasilan uji motor roket tidak serta-merta menunjukkan kesiapan operasional rudal secara penuh. Masih diperlukan integrasi dengan berbagai komponen lain, seperti sistem navigasi, re-entry vehicle, dan platform peluncuran.
Pengamat juga menilai bahwa pengumuman ini tidak bisa dilepaskan dari konteks geopolitik global yang sedang memanas. Dalam situasi tersebut, uji coba ini dapat dibaca sebagai sinyal strategis untuk meningkatkan posisi tawar Korea Utara di panggung internasional.

