Jakarta (tutur.co.id) – Decluttering atau kegiatan merapikan barang secara khusus ternyata dapat menjadi obat bagi kesehatan mental terlebih bagi perempuan. Ada alasan perbaikan kesehatan mental di balik sebuah kegiatan decluttering.
Apa saja proses baik menuju mental yang lebih sehat dari aktivitas merapikan barang atau decluttering? Dikutip dari laman psychology today, berikut empat manfaatnya.
Membersihkan rumah sama dengan menjernihkan pikiran
Kondisi posisi barang yang menumpuk kacau dan tak beraturan akan memengaruhi fokus. Hal tersebut juga berdampak pada kapasitas otak dalam memuat juga memproses informasi. Gangguan visual ini juga akan meningkatkan beban kognitif mengurangi kinerja memori Anda.
Merapikan barang dimulai dari menyingkirkan barang yang tidak lagi terpakai, atau sekadar meminimalisir tumpukan cucian akan membuat pikiran lebih fokus.
Meningkatkan kesehatan mental
Kekacauan yang disebabkan tumpukan barang akan membuat kondisi mental kewalahan. Akan muncul depresi, kecemasan, juga frustasi. Perasaan negatif yang bertumpuk ini akan seperti rantai yang membuat susah menemukan motivasi untuk memutusnya.
Mulai menata perlahan akan memperbaiki kualitas hidup. Mulai dari mood yang lebih baik, meningkatkan kesadaran bagi pribadi, bahkan kualitas tidur juga membaik.
Lebih banyak energi dan ruang yang tercipta
Apapun barang yang kita miliki, menyimpan energi. Dan juga ada energi, waktu dan ruang yang harus Anda siapkan untuk barang-barang tersebut.
Dengan decluttering maka akan mereduksi energi yang akan terpakai. Tak ada lagi energi terkuras karena harus berulang merapikan.
Bersihkan dan dapat saling menguntungkan
Barang yang sudah terlalu banyak, kiranya dapat lebih bermanfaat bila didonasikan bagi yang lebih membutuhkan.
Ini seperti win-win solution bagi Anda. Barang terkurasi jelas dan bermanfaat. Hati juga lebih lapang.

