Jakarta (tutur.co.id) — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengingatkan masyarakat yang berencana merantau ke ibu kota setelah Idulfitri agar mempersiapkan diri secara matang, baik dari sisi administrasi maupun kemampuan kerja. Pesan ini disampaikan di tengah potensi arus urbanisasi yang diperkirakan tetap terjadi, meski tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya.
Dalam pernyataannya usai kegiatan open house di Balai Kota, Pramono menegaskan bahwa Jakarta terbuka bagi siapa saja yang ingin mencari penghidupan. Namun, keterbukaan tersebut tetap disertai aturan yang harus dipatuhi oleh para pendatang.
“Jakarta tidak ada operasi yustisi, tetapi siapa pun yang mau kerja di sini wajib punya kelengkapan administrasi,” ujarnya.
Selain dokumen penting seperti KTP, Pramono juga menekankan pentingnya kesiapan keterampilan. Ia mengingatkan bahwa datang ke Jakarta tidak cukup hanya bermodal harapan, tetapi juga harus dibarengi dengan kemampuan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
“Bekerjalah sesuai kapabilitas,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memproyeksikan arus urbanisasi pasca-Lebaran tahun ini berada di kisaran 10.000 hingga 12.000 orang. Angka tersebut menunjukkan tren penurunan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya yang sempat mencapai sekitar 27.000 pendatang.
Staf Khusus Gubernur Bidang Komunikasi Sosial Chico Hakim menyebut bahwa kondisi ekonomi serta dinamika global turut memengaruhi minat masyarakat untuk merantau ke Jakarta. Meski demikian, ibu kota masih menjadi magnet utama bagi pencari kerja dari berbagai daerah.
Menurutnya, persaingan kerja di Jakarta semakin ketat, sehingga kesiapan individu menjadi faktor kunci untuk bisa bertahan dan berkembang.
“Masyarakat yang tetap ingin datang ke Jakarta harus mempersiapkan diri secara matang agar mampu bersaing dan mendapatkan pekerjaan yang sesuai,” ujarnya.
Dengan kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap para pendatang dapat datang dengan perencanaan yang jelas, sehingga tidak hanya menambah jumlah penduduk, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi kota secara berkelanjutan.

