Gilimanuk (tutur.co.id)- PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan arus kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk tetap bergerak meski antrean terpantau padat menjelang penutupan sementara lintasan Gilimanuk–Ketapang dan Padangbai–Lembar saat Hari Raya Nyepi, berdasar keterangan tertulis yang diterima Redaksi Tutur.
Kepadatan terjadi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang memilih menyeberang lebih awal. Selain itu, kondisi lalu lintas di jalur menuju pelabuhan, termasuk aktivitas di SPBU dan titik layanan perjalanan, turut memengaruhi panjang antrean.
ASDP mencatat antrean yang sempat mencapai sekitar 36 kilometer kini mulai terurai dan bergerak dengan pola padat mengalir, dengan panjang antrean tersisa sekitar 20 kilometer menuju Pelabuhan Gilimanuk.
Wakil Direktur Utama ASDP Yossianis Marciano menegaskan pihaknya mengerahkan seluruh kapasitas operasional untuk menjaga kelancaran arus kendaraan. “Kami mengoptimalkan kapal, dermaga, serta pengaturan operasional agar kendaraan tetap bergerak, terutama bagi pengguna jasa yang mengejar waktu sebelum penutupan pelabuhan saat Nyepi,” ujarnya.
Dari sisi operasional, lintasan Ketapang–Gilimanuk diperkuat dengan 34 kapal serta penerapan skema Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) guna mempercepat perputaran kapal. Rekayasa lalu lintas juga dilakukan dengan mengarahkan sebagian kendaraan ke buffer zone untuk mengurangi kepadatan di jalur utama.
Pada H-5 Lebaran (16/3), tercatat 76.495 penumpang dan 23.025 kendaraan menyeberang dari Bali ke Jawa. Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-5, jumlah penumpang mencapai 309.135 orang dan kendaraan 97.787 unit. ASDP menegaskan akan terus mengoptimalkan layanan bersama pemangku kepentingan agar arus mudik tetap aman, tertib, dan lancar.

