Teheran (Tutur.co.id) –Negara-negara anggota NATO kompak menolak seruan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk ikut menjaga Selat Hormuz. Terakhir Finlandia yang menolak ajakan Trump untuk mengerahkan pasukannya ke Selat Hormuz. Sebelumnya Jerman, Prancis, Italia, Inggris, Yunani dan Australia menolak seruan Trump.
Trump sebelumnya memang meminta bantuan kepada sekutunya anggota NATO untuk ikut menjaga Selat Hormuz dari teror Iran. Pasalnya, Selat Hormuz menjadi jalur vital bagi perdagangan dunia terutama minyak. Lebih dari 20 persen pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz. Trump sendiri tampak kesal dengan respon negara-negara NATO.
Bahkan Trump dengan terang-terangan mengungkapkan rasa tidak senangnya dengan respon negara-negara NATO, termasuk penolakan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer.
Penolakan terbaru juga datang dari Finlandia lewat Presiden Alexander Stubb. Presiden Finlandia ini menegaskan bahwa prioritas negaranya saat ini adalah menjaga wilayahnya dari ancaman Rusia.
“Kami punya wilayah sendiri yang harus dijaga, sepanjang 1.340 km perbatasan dengan Rusia. Kami tidak punya banyak pilihan. Selain itu kami memandang jalur damai dengan mediasi lebih bagus dibanding sebuah situasi eskalasi,” kata Stubb dilansir Dailymail, Selasa 17/3/2026.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius juga menegaskan sikap negaranya terhadap konflik di Iran. “Itu bukan perang kami, kami tidak memulai itu,” kata Boris.
Otomatis dengan beramai-ramainya penolakan negara-negara NATO ini, Amerika Serikat mau tidak mau hanya bisa mengandalkan Israel sebagai tandemnya untuk menggempur Iran termasuk dalam menjaga Selat Hormuz.

