Dhaka (tutur.co.id) – Krisis energi melanda Bangladesh dan memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) di Dhaka dan kota-kota besar lainnya. Krisis ini dipicu oleh terganggunya pasokan energi global setelah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah menyusul serangan militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.
Rekaman di lapangan memperlihatkan warga mengantre di sejumlah SPBU yang masih beroperasi untuk mendapatkan jatah bahan bakar. Situasi ini terjadi menjelang perayaan Idulfitri yang memicu arus mudik besar-besaran di Bangladesh. Diperkirakan sekitar 10 juta orang akan meninggalkan ibu kota untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga, namun krisis bahan bakar membuat banyak rencana perjalanan terancam batal.
