Jakarta (tutur.co.id)- Masuk 10 hari kedua Ramadan, ritme puasa biasanya sudah mulai terasa lebih stabil. Anda tidak lagi terlalu kaget menahan lapar, tapi energi bisa naik turun tanpa aba-aba. Siang terasa panjang, sore mulai melambat. Dan ketika azan magrib terdengar, rasanya ingin yang segar-segar. Dingin. Manis. Lega.
Tidak ada yang salah dengan es saat berbuka. Yang perlu dijaga adalah cara menyiapkannya. Karena setelah hampir 13 jam tanpa asupan, tubuh Anda berada dalam kondisi gula darah rendah dan cairan berkurang. Jika langsung dibanjiri gula tinggi, lonjakannya bisa membuat tubuh “kaget” cirinya cepat mengantuk, jantung berdebar, lalu lemas lagi.
Fase 10 hari kedua sering disebut sebagai fase maghfirah—fase memohon ampun. Mungkin ini juga waktu yang tepat untuk sedikit lebih lembut pada tubuh sendiri.
Berikut beberapa ide menu es sehat untuk buka puasa yang tetap segar, tapi lebih ramah untuk tubuh Anda.
1. Es Kelapa Muda + Chia Seed + Perasan Jeruk Nipis
Air kelapa mengandung elektrolit alami seperti kalium dan natrium yang membantu proses rehidrasi. Studi dalam Journal of the International Society of Sports Nutrition menunjukkan bahwa air kelapa efektif membantu rehidrasi dengan toleransi lambung yang baik.
Tambahkan chia seed yang sudah direndam. Chia kaya serat larut dan omega-3. Penelitian dalam Journal of Food Science and Technology menyebutkan chia membantu memperlambat penyerapan gula sehingga kadar gula darah lebih stabil.
Tips: cukup 1 sendok teh madu jika ingin manis. Hindari sirup tambahan.
2. Es Timun Serut Lemon
Timun mengandung lebih dari 90% air, membantu mengembalikan cairan tubuh secara perlahan. Lemon memberi tambahan vitamin C dan rasa segar alami tanpa perlu gula berlebih.
Publikasi di Nutrients menjelaskan bahwa vitamin C berperan sebagai antioksidan yang membantu mengurangi stres oksidatif dalam tubuh—yang bisa meningkat saat tubuh dalam kondisi metabolik seperti puasa.
Ini cocok untuk Anda yang siangnya cukup aktif dan merasa agak dehidrasi menjelang magrib.
3. Es Buah Potong dengan Air Kelapa (Tanpa Sirup)
Gunakan buah dengan kadar air tinggi seperti semangka, melon, dan pepaya.
Semangka mengandung likopen—antioksidan yang dikaitkan dengan kesehatan jantung. Ulasan dalam American Journal of Hypertension menunjukkan konsumsi semangka dapat membantu mendukung tekanan darah yang lebih stabil.
Alih-alih memakai sirup dan kental manis, gunakan air kelapa sebagai kuahnya. Rasanya tetap manis alami, tapi lebih ringan untuk pankreas Anda.
4. Greek Yogurt Dingin + Buah + Madu
Greek yogurt tinggi protein dan probiotik. Studi dalam American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan konsumsi yogurt berkaitan dengan kontrol berat badan yang lebih baik dan kesehatan metabolik.
Protein membantu memperlambat kenaikan gula darah setelah makan. Probiotik membantu pencernaan tetap nyaman—penting setelah seharian kosong.
Sajikan dingin dengan potongan buah dan sedikit madu. Ini cukup mengenyangkan tanpa membuat Anda terlalu berat sebelum tarawih.
5. Es Teh Rosella atau Air Rendaman Kurma Dingin
Teh rosella kaya antioksidan, khususnya anthocyanin. Meta-analisis di Journal of Hypertension menunjukkan konsumsi hibiscus (rosella) dapat membantu mendukung tekanan darah yang sehat.
Sementara itu, air rendaman kurma memberi rasa manis alami dari gula sederhana seperti glukosa dan fruktosa. Karena kurma juga mengandung serat, pelepasan gulanya lebih terkontrol dibandingkan minuman manis buatan.
Cukup 1–2 kurma saja. Ingat, Anda berbuka untuk memulihkan, bukan membalas.
Sering kali yang membuat es terasa “bersalah” bukan dinginnya, tapi gulanya.
Padahal es tetap bisa jadi bagian dari buka puasa yang sehat asalkan dipilih dengan sadar. Tidak harus sirup warna-warni. Tidak harus kental manis. Tubuh Anda tidak butuh kejutan besar, ia hanya butuh dipulihkan perlahan.
Di 10 hari kedua ini, mungkin Anda sedang belajar memaafkan diri sendiri. Maka memaafkan tubuh dari lonjakan gula yang berlebihan juga bagian dari itu.
Es tapi sehat? Bisa banget. Dan Anda tetap bisa menikmati segarnya magrib tanpa drama setelahnya.

