Deli Serdang (Tutur.co.id) – Timnas Indonesia harus mengubur impiannya melaju ke final Piala AFF U-19 2026 setelah kalah 0-1 dari Australia pada laga semifinal yang berlangsung di Stadion Utama Sumatra Utara, Deli Serdang, Kamis (11/6/2026) malam.
Gol tunggal yang menentukan kemenangan Australia dicetak oleh Marcus Edward Neil pada menit ke-88. Hasil tersebut mengantarkan Australia ke partai final untuk menghadapi Thailand pada Sabtu (13/6/2026) malam pukul 20.15 WIB.
Sementara itu, Indonesia akan menghadapi Kamboja dalam pertandingan perebutan tempat ketiga yang digelar pada hari yang sama pukul 16.00 WIB.
Thailand memastikan tiket ke final setelah menaklukkan Kamboja dengan skor meyakinkan 4-0. Kemenangan tersebut membuat Thailand berhak menantang Australia dalam laga puncak turnamen.
Pertandingan semifinal antara Indonesia dan Australia berlangsung dengan tempo tinggi sejak menit awal. Disaksikan 22.628 penonton, kedua tim tampil agresif dan saling menekan.
Meski beberapa peluang berhasil diciptakan, tidak ada gol yang tercipta sepanjang babak pertama. Hingga wasit Bainazarrov Alimardom asal Kirgistan meniup peluit tanda turun minum, skor tetap bertahan 0-0.
Memasuki babak kedua, pelatih Indonesia Nova Arianto melakukan sejumlah pergantian pemain untuk meningkatkan daya serang tim. Theodore Evan Leeming, Nazriel Alfaro Syahdan, dan Eizar Jacob Tanjung ditarik keluar, lalu digantikan oleh Reno Salampessy, Jardim, dan Amar Rayhan Brkic.
Perubahan tersebut mulai memberikan dampak positif. Pada menit ke-66, Amar Rayhan Brkic memperoleh peluang emas setelah menerima umpan dari lini tengah. Namun, kesempatan itu belum mampu dikonversi menjadi gol.
Indonesia kembali mendapatkan peluang matang pada menit ke-79. Dimas Adi Prasetyo yang menerima umpan terukur dari Amar Rayhan Brkic berhasil lolos tanpa kawalan. Sayangnya, sontekannya masih melebar di sisi kanan gawang Australia.
Saat Indonesia terus berupaya memecah kebuntuan, Australia justru berhasil mencuri gol pada menit ke-88. Marcus Edward Neil memanfaatkan peluang yang ada untuk menjebol gawang Indonesia dan membawa timnya unggul 1-0.
Skor tersebut bertahan hingga pertandingan berakhir, sekaligus memastikan langkah Australia ke final Piala AFF atau ASEAN Boys Championship U-19 2026.
Usai pertandingan, pelatih Timnas Indonesia U-19, Nova Arianto, mengakui anak asuhnya telah menunjukkan perkembangan yang positif meski harus menerima kekalahan.
Menurut Nova, laga melawan Australia menjadi pengalaman berharga bagi para pemain muda Indonesia, terutama mengenai pentingnya menjaga fokus sepanjang pertandingan.
“Melawan Australia adalah pertandingan yang sangat luar biasa. Kami banyak belajar dari laga ini, terutama bahwa kehilangan fokus bisa berakibat fatal,” ujar Nova.
Ia menjelaskan bahwa Indonesia lebih banyak mengandalkan skema serangan balik untuk menghadapi Australia. Sejumlah peluang berhasil diciptakan pada babak kedua, namun gagal dikonversi menjadi gol.
Nova menegaskan fokus tim kini beralih ke pertandingan perebutan posisi ketiga melawan Kamboja.
“Fokus berikutnya adalah menghadapi Kamboja dalam perebutan juara ketiga. Turnamen ini akan menjadi bahan evaluasi bagi kami agar bisa lebih baik lagi menghadapi prakualifikasi Piala Asia,” katanya.
Di kubu lawan, pelatih Australia, Richard Garcia, mengaku puas dengan perjuangan timnya yang berhasil mencapai final meski harus bekerja keras sepanjang pertandingan.
Menurut Garcia, Australia terus berusaha mencari celah untuk membongkar pertahanan Indonesia dan baru mampu menemukan hasilnya menjelang akhir laga.
“Sepanjang pertandingan kami terus berusaha membongkar pertahanan lawan, dan usaha itu akhirnya berhasil di penghujung laga,” ujarnya.
bak utama The Three Lions. Sementara itu, Lamine Yamal berpotensi menjadi kejutan terbesar turnamen apabila mampu membawa Spanyol melangkah jauh.

