Las Vegas (tutur.co.id) – World Boxing Council (WBC) memastikan petinju asal Jerman, Agit Kabayel, akan menjadi lawan berikutnya bagi juara dunia kelas berat Oleksandr Usyk. Kepastian itu disampaikan langsung Presiden WBC Mauricio Sulaiman setelah Kabayel berstatus sebagai penantang wajib di kelas berat.
“Agit adalah juara interim WBC dan penantang wajib untuk Oleksandr Usyk,” kata Mauricio Sulaiman seperti dikutip dari laman resmi WBC.
Mauricio menilai Kabayel layak mendapatkan kesempatan menghadapi Usyk setelah menunjukkan performa impresif dalam beberapa tahun terakhir, terutama dalam sejumlah pertarungan kelas berat di Arab Saudi.
Menurutnya, petinju berusia 33 tahun itu berhasil membuktikan kualitasnya dengan mengalahkan sejumlah lawan tangguh, termasuk Frank Sanchez yang baru saja meraih kemenangan penting.
Petinju keturunan Kurdi tersebut saat ini mencatat rekor tak terkalahkan dengan 27 kemenangan, termasuk 19 kemenangan melalui knockout (KO).
Mauricio juga memuji gaya bertarung Kabayel yang dinilai memiliki kemampuan kuat dalam melancarkan pukulan ke area tubuh lawan, salah satu aspek yang dianggap dapat menyulitkan Usyk di atas ring.
“Meskipun tinggi badannya tidak seperti kebanyakan petinju kelas berat, dia memiliki kemampuan hebat untuk melayangkan pukulan ke tubuh,” ujar Mauricio.
WBC berharap duel perebutan gelar dunia tersebut dapat terlaksana pada 2026. Mauricio menegaskan pihaknya akan mengatur proses pertarungan sesuai aturan organisasi.
“Kami akan mengaturnya dan kemudian kita lihat nanti,” katanya.
Penetapan Kabayel sebagai penantang berikutnya muncul setelah Usyk sukses mempertahankan gelarnya usai menang technical knockout (TKO) pada ronde ke-11 atas petarung kickboxing Rico Verhoeven di Piramida Giza, Mesir. Pertarungan itu disebut menjadi salah satu duel paling dramatis dalam karier Usyk.
Mauricio turut mengomentari kemenangan Usyk atas Verhoeven dan memuji keputusan wasit Mark Lyson yang menghentikan laga demi keselamatan petarung.
“Lebih baik satu pukulan terlalu cepat daripada satu pukulan terlalu lambat,” ujarnya.
Saat ini, Usyk masih memegang sabuk juara dunia kelas berat WBC, WBA, dan IBF setelah sebelumnya melepas sabuk WBO. Petinju asal Ukraina itu juga disebut hanya memiliki beberapa pertarungan tersisa sebelum memutuskan pensiun dari dunia tinju profesional.
Duel melawan Kabayel diperkirakan akan menjadi salah satu ujian berat berikutnya bagi Usyk, mengingat Kabayel tengah berada dalam performa terbaik dan belum pernah menelan kekalahan sepanjang karier profesionalnya.

