Jakarta (Tutur.co.id) – PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah menyiapkan antisipasi dengan tradisi maraknya calo tiket pada musim mudik lebaran. Salah satunya dengan memberikan batasan untuk pembelian tiket kereta lebaran.
Musim mudik Lebaran hampir selalu dibarengi dengan satu masalah klasik diantaranya maraknya calo tiket kereta api. Saat tiket resmi cepat habis, banyak pemudik yang panik dan akhirnya tergoda membeli tiket lewat jalur tidak resmi. Padahal, risiko yang mengintai cukup besar, mulai dari harga melambung sampai tiket palsu.
Menanggapi fenomena tahunan itu, PT KAI telah menyiapkan beberapa langkah. Termasuk dengan memberlakukan aturan pembelian tiket borongan. Menurut Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba, untuk pembelian tiket borongan hanya dibatasi sebesar 10 persen dari total kapasitas.
“Langkah KAI diantaranya menerapkan face recognition saat boarding, membatasi tiket rombongan maksimal 10 persen dari total kapasitas, serta melakukan penindakan terhadap praktik percaloan melalui mekanisme hukum, dengan dukungan layanan pengaduan KAI121 yang tersedia 24 jam,” kata Anne Purba kepada redaksi Tutur.co.id.
Ya, calo tiket kereta api biasanya memanfaatkan momen lonjakan penumpang. Modusnya beragam, mulai dari “jasa titip beli tiket”, menawarkan kursi sisa, hingga mengaku punya akses orang dalam. Tak sedikit calo yang beroperasi secara online lewat media sosial dan grup pesan instan, sehingga terlihat lebih meyakinkan.
Dampak praktik calo ini jelas merugikan masyarakat. Harga tiket bisa naik berkali-kali lipat dari tarif resmi, sementara keabsahan tiket sering kali tidak terjamin. Bahkan, ada kasus penumpang ditolak naik kereta karena tiket yang dibeli dari calo ternyata tidak terdaftar di sistem PT KAI.
Untuk menghindari jeratan calo tiket kereta api saat mudik Lebaran, pemudik disarankan membeli tiket hanya melalui kanal resmi, seperti aplikasi KAI Access, website resmi PT KAI, atau mitra penjualan yang telah bekerja sama. Selain itu, manfaatkan fitur notifikasi dan pantau jadwal penjualan tiket jauh-jauh hari agar tidak kehabisan.
PT KAI sendiri rutin mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap praktik percaloan, terutama menjelang puncak arus mudik. Penindakan juga terus dilakukan bersama aparat, meski peran aktif masyarakat tetap menjadi kunci utama untuk memutus mata rantai calo.

