Jakarta (Tutur.co.id) – Rating game atau gim yang dikeluarkan Indonesia Game Rating System (IGRS) oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat membuat geger dunia gamers. Banyak yang menilainya sangat janggal.
Komdigi sendiri tampaknya mengakui jika ada kejanggalan dalam geger rating game itu. Hal itu juga disampaikan Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria dalam sesi diskusi Tutur Economic Dialogue (TREND) 2026 di Hotel Le Meridien Jakarta pada Selasa 7 April 2026.
“Jadi itu sebetulnya bisa disebut miskomunikasi karena rating yang dikeluarkan itu dari sudut pandang komdigi, jadi tidak diberikan IGRS dan soal rating system ini sebetulnya memang iya ada rating global ya dan kita juga bekerja sama dengan Steam untuk membuat rating system ini,” kata Nezar Patria.
Lebih lanjut Nezar mengatakan bahwa sebenarnya tidak ada maksud apa-apa dari rating game yang dikeluarkan Komdigi tersebut. Nezar juga menegaskan Komdigi siap bekerja sama dengan pihak manapun terkait rating game ini.
“Saya kira kita siap untuk berkolaborasi dengan acuan-acuan ataupun standar-standar global. Itu dulu yang bisa saya jawab ya,” pungkas Nezar Patria.

