Jakarta (tutur.co.id) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menanggapi kritik yang mempertanyakan kondisi mentalnya setelah unggahan bernada kasar di media sosial. Dalam sesi bersama wartawan, Trump membenarkan pernyataannya yang menyebut pihak Iran dengan istilah menghina dalam unggahan di platform Truth Social. Ia menepis kritik tersebut dan menyatakan belum mendengar tudingan bahwa kesehatan mentalnya menjadi masalah.
Trump kemudian menegaskan kepemimpinannya justru diperlukan untuk melindungi kepentingan AS, termasuk dalam isu perdagangan dan keamanan. Kontroversi itu mencuat setelah Trump menetapkan tenggat waktu bagi Iran untuk membuka kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz. Kritik lainnya juga datang dari senator Demokrat Chuck Schumer yang menyebut pernyataan Trump berpotensi memperkeruh situasi, sementara sejumlah survei publik menunjukkan sebagian warga Amerika meragukan stabilitas sikap presiden di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.
