Jakarta (tutur.co.id) – Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti dinamika konflik global dengan menekankan bahwa sejarah manusia kerap diwarnai persaingan kekuatan antarnegara. Ia menilai perang merupakan tindakan destruktif yang harus dihindari, namun negara tetap perlu memiliki kesiapan pertahanan agar tidak berada pada posisi lemah dalam menghadapi potensi ancaman.
Dalam pandangannya, pemikiran klasik seperti yang dikemukakan oleh Thucydides tentang relasi kekuatan dalam politik internasional serta prinsip “sic vis pacem, para bellum” yang dikaitkan dengan Vegetius menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan militer untuk menjaga perdamaian. Ia juga menyinggung konflik yang melibatkan Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS) sebagai contoh bagaimana negara mempersiapkan diri dalam jangka panjang menghadapi tekanan geopolitik.
