Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tiga Faktor yang Bisa Membuat Tembok Baja Spanyol Ambruk
  • Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
  • Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?
  • Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat
  • Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?
  • Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Energi & Tambang»Transisi Energi Indonesia Terancam Gagal, Pertumbuhan PLTU Captive Jadi Carbon Lock-in

Transisi Energi Indonesia Terancam Gagal, Pertumbuhan PLTU Captive Jadi Carbon Lock-in

Energi & Tambang Ahmad Nuryaman22 Mei 2026 / 14:30 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Banten. Foto: Pexels.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Direktur Eksekutif CERAH, Agung Budiono, menilai pertumbuhan PLTU captive yang melonjak hampir sepuluh kali lipat dalam sepuluh tahun harus menjadi alarm bagi komitmen transisi energi Indonesia.

Menurut Agung, pertumbuhan PLTU captive di luar kerangka dekarbonisasi sektor kelistrikan ini sangat disayangkan. Sebab, kondisi ini menciptakan paradoks di mana pembangunan PLTU terus difasilitasi di tengah komitmen transisi energi yang digaungkan pemerintah.

“Tanpa memasukkan pertumbuhan pembangkit off-grid (di luar jaringan PLN), upaya transisi energi Indonesia terasa pincang dan akan menjadi sia-sia,” ujar Agung dalam siaran pers, Jumat 22 Mei 2026.

Ia menegaskan pemerintah harus serius merapikan kebijakan energi agar seluruh dokumen yang dikeluarkan konsisten menuju target yang sama untuk keluar dari energi fosil.

“Jika dokumen yang tidak sesuai dibiarkan saja, maka Indonesia akan terjebak dalam carbon lock-in dan semakin sulit keluar dari ketergantungan energi fosil,” pungkas Agung.

Peringatan ini disampaikan di tengah fakta bahwa Indonesia menduduki peringkat ketiga terbesar untuk rencana penambahan PLTU, baik on-grid maupun captive, yang mencapai 11 GW, setelah Tiongkok dan India.

Padahal, di negara Asia Tenggara lainnya, kapasitas baru batu bara justru terus menurun selama tiga tahun berturut-turut. Bahkan gangguan pasokan gas pada awal 2026 pun tak mengubah tren penurunan tersebut.

Khusus PLTU captive, total kapasitas unit yang beroperasi di Indonesia telah tumbuh hampir sepuluh kali lipat. Angka ini bisa lebih besar lagi mengingat keterbatasan ketersediaan informasi.

Baca Juga  OPINI: Indonesia Perlu Cadangan Minyak Strategis
Agung Budiono Carbon Lock-in CERAH PLTU Captive transisi energi
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleVideo: Fakta Baru Kecelakaan Taksi dan KRL di Bekasi Timur: Pengemudi Baru Bekerja 3 Hari
Next Article KPK Periksa 7 Saksi Kasus Pemerasan K3 di Kemnaker

Berita Lainnya

Layanan Shared Services Pertamina Raih Tiga Penghargaan Global di SSOW Impact Awards AustralAsia 2026

18 Juli 2026 / 18:36 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Elnusa Petrofin Perkuat Distribusi BBM, Penyaluran di Sumatra Utara Berangsur Normal

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Bantah Isu Transporter Mogok Salurkan BBM

17 Juli 2026 / 17:49 WIB

Distribusi BBM Sumatera Utara Pulih, Antrean Menyusut dan Pasokan Aman Sentosa

17 Juli 2026 / 17:23 WIB

BBM Langka di Sumatera Utara, Komisi XII DPR RI Desak Pertamina Gerak Cepat

17 Juli 2026 / 15:48 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Setelah Absen Dua Kali, Nadiem Akan Hadiri Sidang Perdana Korupsi Chromebook

Deba Salamah05 Januari 2026 / 11:00 WIB

Tiga Faktor yang Bisa Membuat Tembok Baja Spanyol Ambruk

19 Juli 2026 / 02:00 WIB

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.