Jakarta (Tutur.co.id) – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra Tito Karnavian kembali meminta kepala daerah mempercepat pendataan sehingga bantuan untuk perbaikan rumah dapat segera direalisasikan.
“Nah ini yang kita tunggu, dari kepala daerah. Itulah yang saya minta teman-teman kepala daerah, para bupati, wali kota, buat semacam satgas kecil untuk pendataan,” kata Tito Karnavian dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (14/2/2026).
Tito Karnavian menghadiri penyerahan bantuan perbaikan rumah rusak ringan (RR) dan rusak sedang (RS) secara serentak dari Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno selaku Ketua Tim Pengarah Satgas PRR secara hybrid dari Kabupaten Tapanuli Utara dan diikuti sejumlah daerah lain terdampak bencana se-Sumatra.
Dalam kesempatan itu, Tito menyampaikan pemerintah memberikan bantuan bagi masyarakat yang rumahnya terdampak bencana secara bergelombang. Ia memastikan, penyaluran yang dilakukan hari ini bukanlah yang terakhir, melainkan tahap awal sesuai data yang diterima dari kepala daerah.
Ia merinci, bantuan tersebut antara lain Rp15 juta untuk perbaikan rumah rusak ringan, Rp30 juta untuk rumah rusak sedang, dan Rp60 juta untuk rumah rusak berat atau hilang.
Khusus untuk rumah rusak berat atau hilang, bantuan sebesar Rp60 juta tersebut akan disalurkan melalui pembangunan rumah oleh pemerintah, baik di lokasi semula maupun di lahan relokasi. Tito memastikan jajaran pemerintah hadir dan terus bekerja keras mendorong pemulihan pascabencana di Sumatra, khususnya di Aceh Tamiang.
Melalui sinergi dan kolaborasi semua pihak, saat ini progres pemulihan telah mencapai hasil signifikan. Roda pemerintahan dan perekonomian pun berangsur pulih. Tito memastikan pemerintah akan terus bekerja keras hingga seluruh daerah betul-betul pulih seperti sedia kala.
“Meskipun ada beberapa daerah yang masih ada lumpurnya, kita harus bertarung. Tapi kita jangan berhenti. Saya tahu bahwa orang-orang Aceh, orang-orang yang petarung, yang kuat,” tuturnya.

