Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • IHSG Berpeluang Uji 6.400, Simak Saham Pilihan Phintraco di Sini!
  • Berikut Daftar 14 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 23 Juli 2026
  • Tujuh Wonderkid Piala Dunia 2026 Jadi Rebutan Klub Premier League
  • KPPOD Minta Sudaryono Benahi Tata Kelola MBG, Usul Pendanaan Dialihkan ke Dana Transfer Daerah
  • Piala Dunia 2026 Dihantui Skandal dan Kontroversi
  • IHSG Berpeluang Lanjut Menguat ke 6.545, MNC Sekuritas Jagokan AADI, CUAN, PTBA, dan VKTR
  • Kata-Kata Messi Jelang Final Piala Dunia 2026 Picu Spekulasi Besar Soal Argentina
  • Chelsea Pecahkan Bank! Morgan Rogers Ditebus Rp2,8 Triliun dari Aston Villa
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Sepakbola»Piala Dunia 2026 Dihantui Skandal dan Kontroversi

Piala Dunia 2026 Dihantui Skandal dan Kontroversi

Sepakbola Deba Salamah23 Juli 2026 / 06:00 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Presiden FIFA Gianni Infantino menyampaikan keterangan menjelang pembukaan Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca, Mexico City, Meksiko, Rabu (10/6/2026). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/sgd.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

New York (Tutur.co.id) – Piala Dunia 2026 resmi berakhir setelah Spanyol keluar sebagai juara dunia usai mengalahkan Argentina dengan skor 1-0 pada partai final, Senin (20/7/2026). Gol telat Ferran Torres memastikan La Furia Roja mengangkat trofi Piala Dunia untuk kedua kalinya dalam sejarah.

Turnamen edisi ke-23 ini menghadirkan banyak momen bersejarah. Dari kemunculan Tanjung Verde (Cape Verde) sebagai kejutan baru di panggung sepak bola dunia hingga Kylian Mbappe yang mengukuhkan diri sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.

Di balik berbagai cerita di lapangan, Piala Dunia 2026 juga dipenuhi kontroversi di luar pertandingan. Meski Presiden FIFA Gianni Infantino menyebut edisi kali ini sebagai Piala Dunia terbaik sepanjang sejarah, dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut menyuarakan klaim serupa, tidak sedikit pihak yang mempertanyakan apakah turnamen ini benar-benar sukses.

FIFA Raih Keuntungan Besar

Dari sisi bisnis, Piala Dunia 2026 menjadi pencapaian luar biasa bagi FIFA. Menurut laporan The Guardian, turnamen ini menghasilkan pendapatan sekitar 15 miliar dolar AS (sekitar Rp243 triliun), jauh melampaui proyeksi awal FIFA yang memperkirakan pemasukan sebesar 11 miliar dolar AS.

Lonjakan pendapatan tersebut didorong oleh sejumlah faktor, mulai dari kenaikan harga tiket, perluasan jumlah peserta menjadi 48 tim, hingga berbagai kerja sama komersial yang semakin agresif.

Bagi Gianni Infantino, keberhasilan finansial ini menjadi bukti bahwa kebijakan memperluas format Piala Dunia berjalan sesuai harapan. Selain meningkatkan pemasukan, keputusan tersebut juga memberi kesempatan lebih banyak negara tampil di putaran final, sehingga mendapat dukungan luas dari asosiasi anggota FIFA.

Keberhasilan itu dinilai semakin memperkuat posisi Infantino sebagai Presiden FIFA untuk beberapa tahun ke depan.

Baca Juga  Wasit Piala Dunia 2026 dari Somalia Ditolak Masuk AS, Apa Kata FIFA?

Final yang Dinilai Kurang Menghibur

Meski sukses secara finansial, pertandingan final justru menuai kritik. Laga Spanyol kontra Argentina dianggap gagal menghadirkan drama yang diharapkan banyak pecinta sepak bola. Tidak sedikit pengamat yang menyebutnya sebagai salah satu final Piala Dunia paling membosankan dalam beberapa dekade terakhir.

FIFA juga memperkenalkan sejumlah perubahan, seperti pertunjukan hiburan saat jeda babak pertama (half-time show) dan jeda minum (hydration break) yang membuat pertandingan terasa terbagi menjadi empat bagian. Langkah tersebut dinilai lebih ditujukan untuk menarik perhatian penonton Amerika Serikat yang belum terbiasa mengikuti sepak bola.

Namun, gaya bermain Spanyol yang sangat disiplin dan efektif membuat laga final minim hiburan. Situasi semakin memanas setelah muncul insiden tidak menyenangkan dari kubu Argentina seusai peluit panjang dibunyikan.

Donald Trump Tak Lepas dari Kontroversi

Jika FIFA menikmati keuntungan besar, cerita berbeda justru dialami Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Sepanjang turnamen, Trump beberapa kali menjadi sorotan karena dianggap terlalu jauh mencampuri urusan sepak bola.

Kontroversi terbesar muncul ketika ia secara terbuka meminta FIFA meninjau kartu merah yang diterima penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, saat menghadapi Bosnia-Herzegovina pada babak 32 besar.

Tak lama kemudian, hukuman Balogun benar-benar dibatalkan. Trump bahkan secara terbuka mengklaim dirinya berperan dalam keputusan tersebut.

Peristiwa itu memicu kritik tajam karena dinilai membuka preseden bahwa tokoh politik dapat memengaruhi keputusan olahraga yang seharusnya independen.

Kontroversi lain terjadi saat Trump tetap berdiri di atas panggung ketika para pemain Spanyol mengangkat trofi Piala Dunia. Momen tersebut dianggap janggal hingga Federasi Sepak Bola Spanyol dilaporkan menghapus sosok Trump dari sejumlah foto perayaan resmi.

Baca Juga  Diancam Trump, Iran Ancam Balik Hancurkan Fasilitas Energi Kawasan

Kebijakan Imigrasi Jadi Sorotan

Citra Amerika Serikat sebagai tuan rumah juga tercoreng akibat persoalan kebijakan imigrasi. Pendukung dari Haiti, Iran, Pantai Gading, dan Senegal dilaporkan mengalami kesulitan memperoleh visa untuk menyaksikan pertandingan secara langsung.

Bahkan wasit asal Somalia, Omar Artan, tidak dapat memasuki Amerika Serikat sehingga gagal bertugas di Piala Dunia. Iran menjadi negara yang paling terdampak. Tim nasional mereka harus memindahkan basis latihan ke Meksiko setelah pertandingan pertama fase grup melawan Selandia Baru.

Selain itu, beberapa anggota staf pelatih Iran tidak memperoleh izin masuk ke Amerika Serikat, sehingga mengurangi kesiapan tim sepanjang turnamen. Situasi tersebut memunculkan kritik bahwa Piala Dunia 2026 semakin dipengaruhi faktor politik di luar sepak bola.

Amerika Serikat Donald Trump FIFA Gianni Infantino Piala Dunia 2026
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleIHSG Berpeluang Lanjut Menguat ke 6.545, MNC Sekuritas Jagokan AADI, CUAN, PTBA, dan VKTR
Next Article KPPOD Minta Sudaryono Benahi Tata Kelola MBG, Usul Pendanaan Dialihkan ke Dana Transfer Daerah

Berita Lainnya

Tujuh Wonderkid Piala Dunia 2026 Jadi Rebutan Klub Premier League

23 Juli 2026 / 07:00 WIB

Kata-Kata Messi Jelang Final Piala Dunia 2026 Picu Spekulasi Besar Soal Argentina

23 Juli 2026 / 05:00 WIB

Chelsea Pecahkan Bank! Morgan Rogers Ditebus Rp2,8 Triliun dari Aston Villa

23 Juli 2026 / 00:39 WIB

Tak Ada Kata Maaf! Enzo Fernandez Balas Kritik dengan Sumpah Setia untuk Argentina

22 Juli 2026 / 08:00 WIB

Peluit Terakhir Anthony Taylor! Karier 20 Tahun Berakhir di Piala Dunia 2026

22 Juli 2026 / 07:30 WIB

Final Sudah Berakhir, Masalah Argentina Baru Dimulai: FIFA Resmi Buka Investigasi

22 Juli 2026 / 07:00 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Phil Foden Sepakat Bertahan di Manchester City hingga 2030

Deba Salamah07 Mei 2026 / 07:00 WIB

IHSG Berpeluang Uji 6.400, Simak Saham Pilihan Phintraco di Sini!

23 Juli 2026 / 07:18 WIB

Berikut Daftar 14 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 23 Juli 2026

23 Juli 2026 / 07:15 WIB

Tujuh Wonderkid Piala Dunia 2026 Jadi Rebutan Klub Premier League

23 Juli 2026 / 07:00 WIB

KPPOD Minta Sudaryono Benahi Tata Kelola MBG, Usul Pendanaan Dialihkan ke Dana Transfer Daerah

23 Juli 2026 / 06:29 WIB

Piala Dunia 2026 Dihantui Skandal dan Kontroversi

23 Juli 2026 / 06:00 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.