Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tiga Faktor yang Bisa Membuat Tembok Baja Spanyol Ambruk
  • Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
  • Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?
  • Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat
  • Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?
  • Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Politik»Tiga Alasan Tingkat Kepercayaan Prabowo Tinggi, Meski Sulit Cari Kerja

Tiga Alasan Tingkat Kepercayaan Prabowo Tinggi, Meski Sulit Cari Kerja

Politik Toto Pribadi13 Februari 2026 / 11:58 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Pengamat politik Adi Prayitno dalam podcast Bang Don Super Opini (Foto: Tutur)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (Tutur.co.id) – Pengamat politik Adi Prayitno membedah alasan mengapa tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto terbilang tinggi. Bahkan saat kondisi Indonesia tidak sedang baik-baik saja termasuk susahnya lapangan pekerjaan.

Menurut Adi Prayitno, ada tiga alasan yang membuat tingkat kepuasan Prabowo masih tinggi yakni mencapai 79,9 persen. Yang pertama, menurutnya adalah program-program populis yang disampaikan Prabowo.

“Faktor pertama soal program-program populis yang disampaikan Prabowo. Suka tidak suka retorika politiknya sejak awal bahkan saat sebelum menjabat sebagai presiden sangat down to earth. Apa yang dilakukan untuk kepentingan bangsa dan negara,” kata Adi Prayitno dalam acara podcast ‘Bang Don Super Opini’.

Adi Prayitno juga mencontohkan program MBG yang cukup popular meski terlepas dari adanya beberapa masalah di lapangan seperti keracunan. Menurut Adi,program MBG ini sebagai salah satu bukti eksplainasi bagaimana ide-ide Prabowo punya kaki-kaki kuat di tengah masyarakat.

“Siapa sih yang tidak mau gratis. Okelah ada banyak masalah seperti keracunan tapi kalau bicara MBG dianggap begitu penting untuk pemenuhan gizi untuk menyiapkan SDM di masa depan okelah, sangat populis. Lalu juga Koperasi Merah Putih secara itu sulit dibantah,” terangnya.

Itu lah yang menurut Adi Prayitno sebagai gagasan atau ide-iden besar yang membuat orang suka dengan reotorika yang disampaikan Prabowo. “Termasuk soal Sekolah Rakyat dan Kampung Nelayan. Itu yang disukai,” tambahnya.

Alasan kedua yang membuat tingkat kepercayaan publik kepada Prabowo masih tinggi karena adanya novelty atau sesuatu yang baru terkait kehadirannya di dunia internasional. Menurutnya, dalam 10 tahun kepemimpinan presiden sebelumnya, forum-forum besar hanya diwakili Menlu tentu kurang membanggakan.

“Sekalipun dalam kondisi banyak orang susah mencari pekerjaan dan ekonomi stagnan tapi kalau melihat presiden akrab dengan Donald Trump (Presiden AS), itu sesuatu. Kalau melhiat melihat presiden bicara denga Xin Jinping (Presiden Tiongkok) dengan gestur yang sangat akrab itu publik senang. Atau dengan (Vladimir) Putin (Presiden Rusia) misalnya,” terangnya.

Baca Juga  Parlemen Iran Dorong “Rezim Hukum Baru” di Selat Hormuz, Efeknya Guncang Pasokan Minyak Dunia

Alasan ketiga, masih menurut Adi Prayitno, tingginya tingkat kepuasan publik juga terkait keseriusan pemberantasan korupsi.  “Pemberantasan di masa Pak Prabowo ini gaspol. Kalau lihat rate dari zaman presiden SBY dan Jokowi tidak ada gebrakan. Beda dengan Prabowo. KPK Kejaksaan seakan-akan berlomba-lomba dan tidak pandang bulu,” terangnya.

Nah, buat Kawan Tutur untuk melihat dan mendengar langsung isu-isu menarik yang menjadi pembahasan dalam podcast Bang Don Super Opini ini dapat mengunjungi akun Youtube Tutur TV.

Adi Prayitno Bang Don Super Opini headline podcast Presiden Prabowo Subianto
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleBRIN Kembangkan Antena 6G dan SATCOM, Siap Sambut Era Komunikasi Millimeter-Wave
Next Article Daftar Segera Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta, Jangan Lewatkan!

Berita Lainnya

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan

18 Juli 2026 / 18:39 WIB

OPINI: Takdir di Balik Lionel Messi, Memandikan Bayi Lamine Yamal 19 Tahun Lalu, Kini Keduanya Berhadapan di Final Piala Dunia 2026

18 Juli 2026 / 18:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Maroko Hancurkan Mimpi Belanda Lewat Drama Adu Penalti

Deba Salamah30 Juni 2026 / 11:25 WIB

Tiga Faktor yang Bisa Membuat Tembok Baja Spanyol Ambruk

19 Juli 2026 / 02:00 WIB

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.