Jakarta (Tutur.co.id) – Pengamat politik Adi Prayitno membedah alasan mengapa tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto terbilang tinggi. Bahkan saat kondisi Indonesia tidak sedang baik-baik saja termasuk susahnya lapangan pekerjaan.
Menurut Adi Prayitno, ada tiga alasan yang membuat tingkat kepuasan Prabowo masih tinggi yakni mencapai 79,9 persen. Yang pertama, menurutnya adalah program-program populis yang disampaikan Prabowo.
“Faktor pertama soal program-program populis yang disampaikan Prabowo. Suka tidak suka retorika politiknya sejak awal bahkan saat sebelum menjabat sebagai presiden sangat down to earth. Apa yang dilakukan untuk kepentingan bangsa dan negara,” kata Adi Prayitno dalam acara podcast ‘Bang Don Super Opini’.
Adi Prayitno juga mencontohkan program MBG yang cukup popular meski terlepas dari adanya beberapa masalah di lapangan seperti keracunan. Menurut Adi,program MBG ini sebagai salah satu bukti eksplainasi bagaimana ide-ide Prabowo punya kaki-kaki kuat di tengah masyarakat.
“Siapa sih yang tidak mau gratis. Okelah ada banyak masalah seperti keracunan tapi kalau bicara MBG dianggap begitu penting untuk pemenuhan gizi untuk menyiapkan SDM di masa depan okelah, sangat populis. Lalu juga Koperasi Merah Putih secara itu sulit dibantah,” terangnya.
Itu lah yang menurut Adi Prayitno sebagai gagasan atau ide-iden besar yang membuat orang suka dengan reotorika yang disampaikan Prabowo. “Termasuk soal Sekolah Rakyat dan Kampung Nelayan. Itu yang disukai,” tambahnya.
Alasan kedua yang membuat tingkat kepercayaan publik kepada Prabowo masih tinggi karena adanya novelty atau sesuatu yang baru terkait kehadirannya di dunia internasional. Menurutnya, dalam 10 tahun kepemimpinan presiden sebelumnya, forum-forum besar hanya diwakili Menlu tentu kurang membanggakan.
“Sekalipun dalam kondisi banyak orang susah mencari pekerjaan dan ekonomi stagnan tapi kalau melihat presiden akrab dengan Donald Trump (Presiden AS), itu sesuatu. Kalau melhiat melihat presiden bicara denga Xin Jinping (Presiden Tiongkok) dengan gestur yang sangat akrab itu publik senang. Atau dengan (Vladimir) Putin (Presiden Rusia) misalnya,” terangnya.
Alasan ketiga, masih menurut Adi Prayitno, tingginya tingkat kepuasan publik juga terkait keseriusan pemberantasan korupsi. “Pemberantasan di masa Pak Prabowo ini gaspol. Kalau lihat rate dari zaman presiden SBY dan Jokowi tidak ada gebrakan. Beda dengan Prabowo. KPK Kejaksaan seakan-akan berlomba-lomba dan tidak pandang bulu,” terangnya.
Nah, buat Kawan Tutur untuk melihat dan mendengar langsung isu-isu menarik yang menjadi pembahasan dalam podcast Bang Don Super Opini ini dapat mengunjungi akun Youtube Tutur TV.

