Oklahoma (tutur.co.id) – Oklahoma City Thunder menunjukkan kedalaman skuadnya saat menaklukkan Cleveland Cavaliers dengan skor 121-113, Minggu (22/2) waktu Amerika Serikat. Kemenangan ini terasa spesial karena Thunder tampil tanpa dua pemain andalannya, Shai Gilgeous-Alexander dan Jalen Williams.
Meski pincang, Oklahoma City justru tampil agresif dan efektif, sekaligus mengakhiri rentetan tujuh kemenangan beruntun Cleveland.
Absennya dua bintang utama membuka ruang bagi pemain pelapis untuk bersinar. Isaiah Joe memimpin dengan 22 poin dan lima steal catatan steal tertinggi sepanjang kariernya. Ia juga tajam dari luar garis tiga angka dengan enam tembakan tripoin.
Cason Wallace tak kalah impresif. Starter muda itu mencatatkan 20 poin dan 10 assist, yang juga menjadi rekor terbaik dalam kariernya sejauh ini. Kombinasi keduanya menjadi pembeda dalam laga yang berlangsung ketat tersebut.
Secara keseluruhan, Thunder tampil sangat efisien dari perimeter. Mereka memasukkan 21 dari 41 percobaan tripoin atau setara 51,2 persen. Produktivitas itu membuat pertahanan Cavaliers kewalahan sepanjang pertandingan.
Selain akurasi tembakan, Thunder juga unggul dalam aspek fisik. Chet Holmgren mencatatkan 17 poin, 15 rebound, dan tiga blok untuk Oklahoma City (44-14). Kontribusinya di paint area menjadi fondasi pertahanan sekaligus awal serangan balik cepat.
Thunder juga memaksimalkan kesalahan lawan. Dari 17 turnover Cavaliers, Oklahoma City mampu mengonversinya menjadi 31 poin. Efektivitas tersebut membuat tuan rumah mampu menjaga jarak meski Cleveland beberapa kali mencoba bangkit.
Thunder sempat unggul 10 poin lewat layup terbalik Wallace saat waktu tersisa 2 menit 56 detik. Namun Cavaliers tidak menyerah.
Cleveland memiliki peluang memangkas selisih menjadi satu poin pada menit akhir. Sayangnya, tembakan tripoin Evan Mobley dengan 43 detik tersisa hanya membentur sisi ring. Rebound penting diamankan Isaiah Hartenstein.
Drama berlanjut ketika keputusan pelanggaran terhadap Dennis Schroder di luar garis tripoin sempat memberi keuntungan bagi Thunder. Namun setelah challenge dari Cleveland, keputusan diubah menjadi pelanggaran ofensif Joe. Meski demikian, Cavaliers gagal memanfaatkan momentum tersebut.
Thunder akhirnya mengunci kemenangan melalui eksekusi lemparan bebas di detik-detik terakhir.
Di kubu Cavaliers (36-22), Donovan Mitchell, James Harden, dan Sam Merrill masing-masing menyumbang 20 poin. Namun akurasi tripoin Cleveland menjadi kendala. Mereka hanya memasukkan 13 dari 39 percobaan (33,3 persen).
Cleveland memang sempat tertinggal sejak awal, lalu mencoba mengejar. Namun konsistensi dan efektivitas Thunder membuat upaya comeback tidak pernah benar-benar tuntas.
Kekalahan ini menjadi yang pertama bagi Cavaliers dalam delapan laga terakhir.
Cavaliers akan kembali ke kandang untuk menghadapi New York pada Selasa waktu setempat. Sementara itu, Thunder melanjutkan tur tandang dengan bertamu ke Toronto di hari yang sama.
Kemenangan ini menegaskan bahwa Oklahoma City bukan hanya bergantung pada satu atau dua pemain bintang. Kedalaman roster dan kesiapan pemain muda menjadi modal penting dalam persaingan papan atas Wilayah Barat musim ini.
Dengan performa seperti ini, Thunder kembali mengirim pesan bahwa mereka adalah kandidat serius di musim reguler NBA tahun ini. (sas)

