Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak
  • Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya
  • Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?
  • Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Finance»The Fed Tahan Suku Bunga, Powell Waspadai Dampak Perang Iran terhadap Inflasi AS

The Fed Tahan Suku Bunga, Powell Waspadai Dampak Perang Iran terhadap Inflasi AS

Finance Gusti Tetiro31 Maret 2026 / 15:38 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi perang Iran versus Israel-Amerika Serikat (Foto: Tutur/AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Ketua Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell, menyatakan pihaknya masih mencermati dampak konflik Iran terhadap perekonomian dan inflasi Amerika Serikat, sembari mempertahankan kebijakan moneter saat ini.

“Kami merasa kebijakan kami berada di posisi yang baik untuk menunggu dan melihat bagaimana dampaknya,” kata Powell dalam sesi tanya jawab di Universitas Harvard, dikutip dari The Straits Times, Selasa (31/3/2026).

Pernyataan tersebut dinilai memberi ketenangan bagi pasar keuangan global, yang sebelumnya dibayangi ekspektasi kenaikan suku bunga guna meredam inflasi. Kini, peluang pengetatan kebijakan moneter dalam waktu dekat dinilai semakin menipis.

Memasuki pekan kelima konflik di Iran, tekanan terhadap ekonomi mulai terlihat, terutama dari lonjakan harga energi. Harga bahan bakar di Amerika Serikat dilaporkan telah mencapai sekitar US$4 per liter, memicu kekhawatiran terhadap inflasi.

Powell mengakui adanya dilema kebijakan yang dihadapi bank sentral. Di satu sisi, terdapat risiko pelemahan pasar tenaga kerja yang mendorong perlunya suku bunga rendah. Namun di sisi lain, tekanan inflasi yang meningkat justru menuntut kebijakan yang lebih ketat.

“Ada semacam risiko penurunan di pasar tenaga kerja, yang menunjukkan untuk menjaga suku bunga tetap rendah, tetapi ada risiko kenaikan inflasi, yang menunjukkan mungkin jangan menjaga suku bunga tetap rendah. Ada ketegangan antara kedua hal tersebut,” ujarnya.

Meski demikian, Powell menegaskan bahwa The Fed tidak akan terburu-buru mengubah arah kebijakan. Bank sentral masih memantau secara cermat perkembangan ekspektasi inflasi, yang dinilai masih terkendali dalam jangka menengah.

“Ekspektasi inflasi tampaknya terkendali dengan baik di luar jangka pendek,” katanya.

Sebagai catatan, Federal Reserve telah mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,5%–3,75% pada awal Maret 2026.

Baca Juga  Banyak Petinggi Iran Tewas, Berikut Stok yang Tersisa

Ke depan, Powell menyebut pihaknya juga akan mempertimbangkan dampak kebijakan tarif impor terhadap inflasi sebelum mengambil langkah lanjutan. Hal ini menunjukkan pendekatan hati-hati The Fed dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi.

Dengan ketidakpastian global yang masih tinggi, arah kebijakan moneter AS diperkirakan tetap bergantung pada dinamika inflasi, harga energi, serta perkembangan konflik geopolitik dalam beberapa waktu ke depan.

headline inflasi Amerika Jerome Powell suku bunga AS The Fed
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePrabowo Bicara Kendaraan Listrik di Depan Pengusaha Jepang
Next Article Pemerintah Dorong Percepatan Blok Masela untuk Perkuat Ketahanan Energi

Berita Lainnya

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

Ahmad Nuryaman18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak

18 Juli 2026 / 16:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?

18 Juli 2026 / 16:00 WIB

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.