Jakarta (tutur.co.id) – Lembaga Survei Indonesia (LSI) mengumumkan hasil survei terkait pemahaman masyarakat terhadap Pancasila. Yang menarik, dari hasil survei ternyata sebanyak 5 persen dari masyarakat Indonesia ternyata tak mampu menyebutkan satu sila pun dari 5 sila Pancasila.
Dari kesimpulan survei LSI ini, pemahaman publik terhadap Pancasila ternyata tinggi. Mayoritas publik yakni 92,7 persen responden tahu Pancasila dengan sebaran 92,8 % tahu sila pertama, 83,5 % tahu sila kedua, 81,7 % tahu sila ke-3, 76,4 % tahu sila ke-4 dan 82,5 % tahu sila kelima.
“Kita tanyakan, apakah bapak/ibu tahu, baik membaca atau mendengar Pancasila? Nah, ini enggak tahu, apakah berita baik atau berita buruk. Ada 92,7% orang Indonesia dari segala lapisan merasa tahu atau kenal Pancasila. Jadi, kalau 92,7 itu nilainya A lho kalau di kuliah,” kata Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (12/4/2026).
Dan dari yang mengaku tahu Pancasila, mayoritas sebesar 68,2 % tahu semua sila, 11,5% tahu empat sila, 5,3% tahu tiga sila, 4,4 % tahu dua sila, 5,2 % tahu satu sila, dan 5,3 % lainnya ternyata tidak dapat menyebut satupun sila secara benar.
“Mayoritas publik memandang kelima sila dalam Pancasila penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Djayadi.
Sebagai catatan, populasi survei ini mencakup seluruh warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah saat survei dilakukan. Survei ini berlangsung mulai 4 Maret 2026 hingga 12 Maret 2026.
Survei ini menggunakan 2.020 responden secara acak menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error survei sebesar ±2,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, dengan asumsi simple random sampling.
Para responden diwawancarai secara tatap muka oleh pewawancara yang telah mendapatkan pelatihan. Untuk menjaga kualitas data, tim melakukan pengawasan secara acak terhadap 20 persen sampel melalui kunjungan ulang ke responden (spot check). Hasilnya, tidak ditemukan kesalahan berarti dalam proses wawancara.

