Jakarta (tutur.co.id)- Beberapa penelitian menunjukkan bahwa puasa, seperti yang dijalani saat Ramadan, dapat memengaruhi performa fisik dan pola aktivitas tubuh, termasuk respons terhadap olahraga ringan dan stamina harian. Sebuah studi systematic review menyimpulkan bahwa puasa Ramadan dapat memengaruhi performa fisik secara umum, dengan beberapa indikator seperti daya tahan tubuh dan power otot terpengaruh meskipun efeknya tergantung pada latihan dan nutrisi yang diterapkan selama tidak berpuasa.
Menjelang bulan puasa, banyak orang mulai rutin melakukan olahraga ringan dengan harapan stamina dan kebugaran meningkat. Namun, tak sedikit pula yang merasa sudah rajin bergerak, tapi badan tetap terasa capek dan belum terasa lebih fit. Sebelum menyimpulkan bahwa olahraga Anda yang tidak efektif, ini beberapa hal penting yang perlu diperhatikan.
Intensitas dan Konsistensi Belum Tepat
Olahraga ringan memang langkah yang bagus untuk memulai kebiasaan sehat, tetapi jika frekuensinya hanya 1–2 kali seminggu atau durasinya terlalu pendek, tubuh mungkin belum sempat menunjukkan perubahan yang terasa. Tubuh perlu waktu adaptasi, terutama jika belum terbiasa aktif.
Menjelang puasa, fokuslah pada konsistensi yang realistis, misal Anda lakukan olahraga 3–4 kali seminggu selama 20–30 menit. Jenisnya bisa berupa jalan cepat, senam sederhana di rumah, atau latihan kekuatan ringan. Konsistensi seperti ini membantu tubuh meningkatkan stamina secara bertahap tanpa memaksakan diri.
Tubuh Kurang Recovery
Yang sering terjadi adalah bergerak tapi lupa memberi tubuh waktu pulih. Kurang tidur, pola tidur yang tidak teratur, ataupun stres berkepanjangan bisa membuat proses pemulihan otot jadi kurang optimal. Hasilnya, berolahraga pun masih terasa melelahkan.
Menjelang Ramadan, ini saat yang tepat untuk mulai memperbaiki pola tidur. Tidur yang cukup tidak hanya membantu pemulihan otot, tapi juga mendukung sistem hormonal dan suasana hati. Ingat, tubuh beradaptasi bukan hanya saat bergerak, tapi juga saat istirahat.
Pola Makan Belum Mendukung
Asupan makan yang kurang mendukung juga bisa membuat hasil olahraga tidak terasa. Misalnya, konsumsi protein yang masih rendah, atau terlalu fokus membatasi kalori tanpa memperhatikan kebutuhan energi harian.
Untuk persiapan puasa, biasakan makanan yang seimbang: karbohidrat kompleks, protein cukup, sayur dan buah, serta cairan yang cukup. Ini membantu tubuh punya bahan bakar yang stabil, sehingga olahraga ringan bisa memberi efek yang lebih nyata.
Jadi, bila badan Anda belum terasa bugar, mungkin bukan kurang berusaha, namun tubuh membutuhkan pendekatan yang lebih seimbang. Jelang puasa, siapkan diri dengan cara yang bijak yaitu bergerak secukupnya, istirahat yang cukup, dan makan yang tepat. Sedikit tapi konsisten akan jauh lebih berarti.

