Jakarta (tutur.co.id) – Film Dilan ITB 1997 menjadi salah satu tayangan Indonesia yang paling dinantikan pada April 2026. Film ini merupakan adaptasi dari novel karya Pidi Baiq yang dirilis pada akhir 2025.
Tak hanya sebagai penulis, Pidi Baiq juga terlibat langsung dalam penggarapan film sebagai sutradara bersama Fajar Bustomi. Sementara naskah skenario dikembangkan bersama Adhitya Mulya dan Ninit Yunita.
Berbeda dari kisah sebelumnya yang berlatar masa SMA, film ini membawa cerita ke fase baru kehidupan Dilan sebagai mahasiswa di Institut Teknologi Bandung.
Dilan digambarkan sebagai mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), yang mulai menghadapi realitas hidup dan masa depan. Di tengah kesibukannya sebagai seniman freelance, ia menemukan kenyamanan bersama Ancika Mehrunisa Rabu.
Namun, kehidupan yang mulai stabil tersebut terguncang dengan kehadiran Milea, sosok dari masa lalu yang kembali membawa kenangan lama. Kehadiran ini menjadi ujian emosional bagi Dilan dalam menentukan pilihan antara masa lalu atau masa depan.
Di sisi lain, latar waktu 1997 menghadirkan nuansa sosial-politik yang kuat. Kota Bandung digambarkan mulai memanas menjelang Reformasi 1998, di mana pergerakan mahasiswa menjadi bagian penting dalam cerita.
Konflik tidak hanya terjadi dalam hubungan personal, tetapi juga dalam pilihan idealisme di tengah situasi negara yang sedang berubah.
Film ini menghadirkan deretan aktor dan aktris ternama Indonesia, di antaranya:
- Ariel Noah sebagai Dilan
- Niken Anjani sebagai Ancika
- Raline Shah sebagai Milea
- Ira Wibowo sebagai Ibu Dilan
- Wafda Saifan Lubis
- Rangga Nattra
- Dany Beler
- Qibil Changcut
- Arya Saloka
- Hasyakyla Utami
- Rey Bong
Film Dilan ITB 1997 dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 30 April 2026.
Film ini tidak hanya menawarkan kisah romansa khas Dilan, tetapi juga menghadirkan dimensi baru yang lebih dewasa dan kompleks. Latar sejarah menjelang Reformasi menjadi elemen penting yang memperkaya alur cerita.
Perpaduan antara drama percintaan, perjalanan hidup, serta dinamika sosial-politik menjadikan film ini memiliki daya tarik kuat, terutama bagi penonton yang mengikuti perkembangan karakter Dilan sejak awal.
Dengan kombinasi cerita yang lebih matang, deretan pemain populer, serta latar sejarah yang kuat, Dilan ITB 1997 berpotensi menjadi salah satu film Indonesia yang mencuri perhatian di tahun 2026, sekaligus memperluas semesta cerita Dilan ke level yang lebih dalam dan relevan. (sas)

