WASHINGTON (Tutur.co.id) – Komandan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), Brad Cooper membeberkan kekuatan yang AS gunakan untuk menyerang Iran. Total lebih dari 50 ribu tentara, 200 jet tempur dan dua kapal induk ikut ambil bagian dalam operasi di Iran.
Dalam pesan video yang disampaikan untuk publik, Cooper mengatakan operasi tersebut, yang kini memasuki hari keempat, merupakan pengerahan militer terbesar Amerika Serikat di Timur Tengah dalam satu generasi (20-30 tahun).
Ia menyebutkan pasukan AS dan Israel telah menyerang hampir 2.000 target di seluruh Iran dengan menggunakan lebih dari 2.000 amunisi sejak kampanye dimulai.
Iran merespons Operasi Epic Fury AS itu dengan serangan balasan skala besar, meluncurkan lebih dari 500 rudal balistik dan lebih dari 2.000 drone, menurut Cooper.
“Kami juga menenggelamkan Angkatan Laut Iran, seluruh angkatan lautnya. Hingga saat ini, kami telah menghancurkan 17 kapal Iran,” ujarnya.
Meski ada serangan balasan tersebut, Cooper mengatakan kemampuan Iran untuk menyerang pasukan dan sekutu AS terus menurun seiring berlanjutnya kampanye militer.
Ketegangan meningkat di seluruh kawasan sejak AS dan Israel meluncurkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada Sabtu, yang menewaskan hampir 800 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei serta sejumlah pejabat tinggi militer.
Iran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta negara-negara Teluk, yang menjadi lokasi aset militer AS.
Sebanyak enam personel militer AS tewas dan beberapa lainnya luka-luka dalam serangan Iran terhadap pusat operasi taktis di Kuwait selama operasi berlangsung, demikian diumumkan CENTCOM.

