Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dibayangi tekanan koreksi jangka pendek menjelang pengumuman hasil MSCI Annual Market Classification Review pada 24 Juni 2026. MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih berada dalam fase koreksi sebagai bagian dari wave (b) dari wave [iv] setelah pada perdagangan Senin (22/6/2026) ditutup melemah 0,98% ke level 6.116.
Menurut MNC Sekuritas, meski IHSG masih mampu bertahan di atas rata-rata pergerakan 20 hari (MA20), tekanan jual yang muncul menunjukkan indeks berpotensi melanjutkan koreksi untuk menguji area support di kisaran 5.723-5.972. Namun setelah fase koreksi tersebut selesai, IHSG masih memiliki peluang untuk kembali menguat menuju rentang 6.548-6.782.
Pelaku pasar saat ini cenderung mengambil posisi wait and see menjelang sejumlah agenda penting, terutama keputusan MSCI terkait status pasar Indonesia di kategori emerging market. Selain itu, investor juga mencermati perkembangan peninjauan indeks FTSE Russell, hasil evaluasi lembaga pemeringkat internasional, serta sejumlah isu regulasi domestik yang memengaruhi sentimen pasar.
Secara teknikal, MNC Sekuritas menempatkan level support IHSG di 5.784 dan 5.594, sementara level resistance berada di 6.286 dan 6.459. Pergerakan indeks dalam beberapa hari ke depan diperkirakan masih akan diwarnai volatilitas tinggi hingga terdapat kepastian terkait hasil tinjauan MSCI.
Di tengah kondisi tersebut, sekuritas milik Harry Tanoe ini merekomendasikan empat saham yang dinilai menarik untuk strategi buy on weakness, yakni BBCA, ISAT, NCKL, dan RAJA.
Saham BBCA direkomendasikan buy on weakness pada area 5.475-6.150 dengan target harga 6.850 hingga 7.150 dan stop loss di bawah 5.350. Sementara ISAT dinilai masih memiliki peluang melanjutkan penguatan dengan area beli 1.510-1.675 dan target harga 1.840 hingga 1.950.
Untuk sektor komoditas, NCKL direkomendasikan pada area 820-855 dengan target harga 970 hingga 1.050 dan stop loss di bawah 800. Adapun RAJA direkomendasikan pada rentang 3.150-3.730 dengan target harga 4.080 hingga 4.750 dan batas stop loss di bawah 2.950.
Secara keseluruhan, arah pergerakan IHSG dalam jangka pendek masih akan sangat ditentukan oleh hasil keputusan MSCI. Jika Indonesia tetap mempertahankan status sebagai emerging market dan terdapat sinyal positif terkait pencabutan status freeze MSCI, peluang masuknya kembali dana asing dapat menjadi katalis bagi penguatan pasar saham domestik. Namun selama ketidakpastian masih berlangsung, konsolidasi dan volatilitas diperkirakan tetap mendominasi perdagangan.

