Jakarta (tutur.co.id) – Nilai tukar rupiah di pasar spot menguat pada awal-awal perdagangan hari ini, Senin 1 Juni 2026. Rupiah dibuka di level Rp17.840 per dolar Amerika Serikat (AS) atau menguat 0,09 persen dibanding penutupan pada hari Jumat 29 Mei 2026 yang berada di level Rp17.881 per dolar AS.
Pergerakan rupiah ini menurut beberapa pengamat akan diprediksikan selalu fluktuasi mengingat kondisi geopolitik yang masih rentan di Timur Tengah. Karena itu diyakini pula bahwa nilai tukar rupiah masih akan berada dalam tekanan pada pekan pertama Juni 2026.
Bahkan tak sedikit yang memprediksikan rupiah tengah menuju Rp18.000 pada pekan pertama di bulan Juni ini. Ketidakjelasan mengenai klausul pengayaan uranium dalam rancangan kesepakatan tersebut dinilai membuat situasi di kawasan tersebut tetap rentan sehingga akan tetap menggoyang mata uang dunia.
Selain itu, peringatan dari otoritas perdagangan maritim Inggris mengenai masih berlakunya pembatasan lalu lintas kapal di sekitar Iran turut menambah kekhawatiran pasar. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu rantai pasok global dan mendorong kenaikan biaya transportasi.

