Washington (tutur.co.id) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tampak kesal dengan sikap beberapa negara Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang tak mengindahkan seruannya untuk ikut mengirim pasukan dalam rangka mengamankan Teluk Hormuz. Kini Trump mengancam negara-negara tersebut.
Dilansir dari The Wall Street Journal, Kamis 9 April 2026, bentuk kekesalan Trump atas ‘pembangkangan’ beberapa negara NATO itu akan dihukum lewat ara memindahkan pasukan AS dari negara-negara tersebut. Hal itu diungkapkan seorang pejabat AS yang enggan disebut Namanya.
Selain itu, Trump juga berencana akan akan menghukum negara-negara tersebut dengan rencana memindahkan sebuah pangkalan militernya di Eropa. Dan kemungkinan besar untuk tahap awal adalah pangkalan militer AS yang berada di Spanyol atau Jerman. Kemungkinan akan digeser ke negara yang masih nurut dengan Trump seperti Polandia, Rumania, Lituania, dan Yunani.
Ramai diberitakan sebelumnya, Spanyol memutuskan telah memblokir pesawat AS yang terlibat dalam operasi militer AS melawan Iran. Italia juga sempat memblokir penggunaan pangkalan udara AS di Sisilia. Lalu menyusul pemerintah Prancis yang juga menolak.
Gedung Putih juga dilaporkan frustrasi dengan Jerman setelah para pejabat tinggi di negara itu mengkritik keputusan Trump untuk menyerang Iran.
“Sangat menyedihkan bahwa NATO memunggungi rakyat Amerika selama enam minggu terakhir, padahal rakyat Amerikalah yang telah mendanai pertahanan mereka,” kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt dalam konferensi pers pada Rabu kemarin.
Dan menurut Leavitt, Trump kini tengah merencanakan pertemuan dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Gedung Putih untuk membahas kemungkinan hukuman tersebut dilayangkan ke negara-negara NATO.
Keretakan dalam aliansi transatlantik memang meruncing setelah pecah Perang Iran pada 28 Februari. Ditambah dengan rencana gila Trump untuk mengambil alih Greenland dari Denmark.

