Samarinda (Tutur.co.id) – Persib Bandung meraih kemenangan 2-1 atas Persija Jakarta pada pertandingan pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026). Hasil tersebut membuat Persib semakin kukuh di puncak klasemen sementara dengan koleksi 75 poin.
Pertandingan berlangsung ketat sejak awal laga. Persija lebih dulu membuka keunggulan melalui Alaeddine Ajaraie pada menit ke-20 setelah berhasil melewati lini pertahanan Persib dan menaklukkan Teja Paku Alam.
Persib merespons cepat lewat Adam Alis yang menjadi penentu kemenangan tim tamu. Gelandang berusia 32 tahun itu mencetak gol penyeimbang pada menit ke-28 setelah memanfaatkan kesalahan lini belakang Persija.
“Pertandingan cukup berat. Kami sempat tertekan dan tertinggal lebih dulu, tapi tim tetap berusaha bangkit. Yang paling penting kami bisa mendapatkan tiga poin,” kata Adam Alis usai pertandingan.
Adam Alis kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-37. Gol kedua tersebut membawa Persib berbalik unggul 2-1 hingga akhir babak pertama.
Pada babak kedua, Persija mencoba meningkatkan tekanan untuk mengejar ketertinggalan. Sejumlah peluang sempat tercipta, termasuk melalui Ajaraie pada menit ke-83, namun Teja Paku Alam berhasil melakukan penyelamatan penting untuk menjaga keunggulan Persib.
Pelatih Persib Bojan Hodak mengatakan kemenangan atas Persija menjadi hasil penting dalam persaingan gelar juara musim ini. Menurut dia, timnya mampu tampil efektif meski mendapat tekanan sepanjang pertandingan.
“Kami tahu pertandingan seperti ini selalu berjalan sulit. Para pemain tetap fokus dan bisa memanfaatkan peluang dengan baik,” kata Hodak.
Kemenangan di Samarinda membuat Persib semakin dekat dengan gelar juara Super League musim 2025/2026. Persib kini unggul tiga poin atas pesaing terdekatnya, Borneo FC, yang masih memiliki satu pertandingan lebih sedikit. Sementara itu, kekalahan membuat peluang Persija untuk bersaing dalam perebutan gelar semakin berat.
Laga Persija kontra Persib kembali menghadirkan atmosfer pertandingan dengan tensi tinggi. Rivalitas kedua tim yang dikenal sebagai “El Clasico Indonesia” menjadi salah satu pertandingan paling disorot dalam kompetisi sepak bola nasional.

