Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tiga Faktor yang Bisa Membuat Tembok Baja Spanyol Ambruk
  • Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
  • Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?
  • Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat
  • Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?
  • Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Market»Besok, BEI dan MSCI Bahas Reformasi Pasar Modal, Target Rampung April 2026

Besok, BEI dan MSCI Bahas Reformasi Pasar Modal, Target Rampung April 2026

Market Gusti Tetiro10 Februari 2026 / 07:01 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Papan Pengumuman Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto:Tutur/Yoga)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan kembali bertemu dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Rabu (11/2/2026) untuk membahas berbagai langkah reformasi pasar modal yang tengah dijalankan Indonesia. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat integritas dan transparansi pasar modal domestik.

Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan, pertemuan awal dengan MSCI telah dilakukan pada 2 Februari 2026. Selanjutnya, pada 5 Februari 2026, tim Indonesia yang terdiri dari Self Regulatory Organization (SRO) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyampaikan proposal resmi kepada MSCI.

“Tim dari Indonesia, dalam hal ini SRO dan OJK, telah mengirimkan proposal ke MSCI pada 5 Februari. Pertemuan lanjutan di level teknis akan dilakukan kembali pada Rabu, 11 Februari 2026,” ujar Jeffrey dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Senin (9/2/2026).

Dalam pertemuan tersebut, BEI akan memaparkan rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia. Seluruh inisiatif tersebut ditargetkan dapat dipenuhi sebelum akhir April 2026.

Salah satu agenda utama yang akan dibahas adalah penyempurnaan klasifikasi investor di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Struktur Single Investor Identification (SID) yang sebelumnya hanya terdiri dari sembilan kategori akan diperluas menjadi 28 subkategori investor. Langkah ini bertujuan menyediakan informasi struktur kepemilikan yang lebih rinci dan akurat.

“Inisiatif yang kami diskusikan antara lain penyempurnaan klasifikasi investor di KSEI dari sembilan kategori dalam struktur SID saat ini menjadi 28 subkategori investor,” kata Jeffrey.

Selain itu, BEI juga mengusulkan perluasan ketentuan keterbukaan informasi kepemilikan saham. Jika selama ini kewajiban pelaporan hanya berlaku untuk kepemilikan di atas 5%, ke depan batas tersebut akan diturunkan menjadi di atas 1%. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan kualitas informasi di pasar modal.

Baca Juga  BGN: Program Makan Bergizi Gratis Putar Ekonomi Daerah hingga Rp5 Triliun per Bulan

BEI juga berencana meningkatkan ketentuan minimum free float bagi emiten. Ambang batas minimum free float akan dinaikkan dari 7,5% menjadi 15% sebagai syarat untuk mempertahankan status sebagai perusahaan tercatat di bursa.

“Itu yang akan kami diskusikan pada Rabu nanti. Kami akan menyampaikan usulan tersebut, sekaligus mendengar pandangan MSCI apakah langkah-langkah ini sudah sesuai dengan metodologi mereka atau masih memerlukan penyesuaian teknis,” ujar Jeffrey.

Terkait penggunaan ambang batas 1% untuk keterbukaan kepemilikan saham, Jeffrey menyebut BEI mengacu pada praktik terbaik yang telah diterapkan di sejumlah bursa global. India menjadi salah satu contoh negara yang telah menggunakan ketentuan serupa.

“India saat ini menggunakan ambang batas 1%. Struktur pasar dan kombinasi investor di India relatif sebanding dengan Indonesia, sehingga menjadi salah satu referensi kami,” pungkasnya.

BEI MSCI Free float emiten headline Reformasi Pasar Modal Transparansi kepemilikan saham
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleIHSG Masih Konsolidasi, Phintraco Sekuritas Rekomendasikan ANTM, JSMR, MDKA, PWON, dan ISAT
Next Article Layanan SIM Keliling 10 Februari 2026

Berita Lainnya

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan

18 Juli 2026 / 18:39 WIB

OPINI: Takdir di Balik Lionel Messi, Memandikan Bayi Lamine Yamal 19 Tahun Lalu, Kini Keduanya Berhadapan di Final Piala Dunia 2026

18 Juli 2026 / 18:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Antisipasi Penumpukan Kendaraan, Polda Jatim Siapkan Buffer Zone di Pelabuhan Ketapang Saat Nyepi

Sasha Widiawati14 Maret 2026 / 02:39 WIB

Tiga Faktor yang Bisa Membuat Tembok Baja Spanyol Ambruk

19 Juli 2026 / 02:00 WIB

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.