Teheran (Tutur.co.id) – Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, melontarkan pernyataan keras terhadap kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Dalam pesan tertulisnya menjelang musim haji, Khamenei menegaskan bahwa negara-negara di kawasan itu “tidak akan lagi berfungsi sebagai tameng bagi pangkalan-pangkalan Amerika.”
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat setelah rangkaian serangan dan aksi militer yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Khamenei juga menyebut Washington kini tidak lagi memiliki “tempat berlindung yang aman” untuk menjalankan operasi militernya di kawasan Teluk.
Menurut laporan media internasional, pesan itu disampaikan bersamaan dengan munculnya dinamika baru di Timur Tengah, termasuk meningkatnya ancaman terhadap pangkalan militer AS dan memanasnya hubungan antara Teheran dan Washington.
Dalam pesannya, Khamenei turut menyinggung posisi Israel di kawasan. Ia menyatakan bahwa Israel dan para pemimpinnya “sedang mendekati tahap akhir dari keberadaan mereka yang menyedihkan.” Pernyataan itu mempertegas sikap keras Teheran terhadap sekutu utama Amerika Serikat di Timur Tengah tersebut.
Situasi kawasan kembali memanas setelah sejumlah ledakan dilaporkan terjadi di sekitar Bandar Abbas, kota pelabuhan strategis Iran yang berada dekat Selat Hormuz. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyebut sistem pertahanan udara mereka diaktifkan untuk menghadapi “target musuh.”
Di sisi lain, militer Amerika Serikat mengakui telah melakukan “serangan membela diri” yang menargetkan lokasi peluncuran rudal dan kapal Iran di sekitar Selat Hormuz. Langkah tersebut menambah daftar panjang eskalasi antara kedua negara yang selama ini saling menuding melakukan provokasi militer.
Juru bicara Angkatan Bersenjata Iran, Abolfazl Shekarchi, menegaskan bahwa setiap tindakan agresi baru terhadap Teheran akan dibalas dengan respons yang “jauh lebih keras, menghancurkan, dan dahsyat.” Ancaman itu disebut tidak hanya terbatas di kawasan Timur Tengah, tetapi juga dapat meluas ke wilayah lain.
Pernyataan terbaru Khamenei menjadi sinyal bahwa Iran ingin menunjukkan posisi yang lebih tegas terhadap kehadiran militer AS di kawasan. Di tengah upaya diplomasi dan negosiasi yang masih berlangsung, situasi keamanan di Timur Tengah diperkirakan tetap berada dalam kondisi rawan dan sulit diprediksi.

