Washington (Tutur.co.id) – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya ikut menanggapi ancaman pembatalan tarif dari pemerintah Amerika Serikat (AS). Menurut Teddy, poinnya pemerintah telah mencapai kesepakatan yang lebih baik dari kesepakatan sebelumnya.
Seskab menambahkan bahwa sebelum adanya putusan Supreme Court yang membatalkan tarif dangan Donald Trump, Indonesia telah berhasil menurunkan potensi tarif dari 32 persen menjadi 19 persen melalui diplomasi langsung Presiden Prabowo Subianto.
“Setelah ada (putusan) Supreme Court kemarin ya tentunya dari 19 menjadi 10 persen itu secara hitung-hitungan lebih baik. Tapi intinya pada prinsipnya Indonesia siap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi. Jadi kita sudah sedia payung sebelum hujan,” kata Teddy dilansir dari laman resmi Setneg.
Masih menurut Teddy, para menteri juga telah melaporkan perkembangan tersebut kepada Presiden Prabowo. Presiden meminta agar seluruh risiko yang mungkin timbul dipelajari secara komprehensif dan Indonesia disiapkan dengan berbagai skenario.
Pemerintah menegaskan bahwa diplomasi dan negosiasi akan terus dilakukan secara terukur dan adaptif, dengan kepentingan nasional sebagai prioritas utama. Indonesia memastikan bahwa implementasi perjanjian perdagangan tetap memberikan manfaat konkret bagi stabilitas ekonomi dan daya saing nasional di tengah dinamika global.

