Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Techno»Orang Berambut Merah Semakin Banyak Ternyata Bagian Evolusi Manusia

Orang Berambut Merah Semakin Banyak Ternyata Bagian Evolusi Manusia

Techno Ridzka Putri Ananda20 April 2026 / 20:06 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
(Foto: Tutur/Ilustrasi AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Massachusetts (tutur.co.id) – Banyak orang mengira evolusi manusia sudah melambat atau bahkan berhenti sama sekali di era modern ini. Namun sebuah studi terbaru yang dipublikasikan jurnal Nature justru menunjukkan hal sebaliknya. Dan salah satu temuan yang paling mencuri perhatian adalah meningkatnya individu dengan rambut merah.

Dilansir dari Live Science, sejatinya evolusi manusia masih aktif terjadi dalam 10.000 tahun terakhir ini. Hal itu ditandai dengan makin banyaknya populasi orang berambut merah. Penelitian ini menganalisis sekitar 16.000 genom manusia dari wilayah Eurasia Barat.

Dan dari data tersebut, ilmuwan menemukan hampir 500 gen mengalami perubahan akibat seleksi alam. Perubahan ini tidak hanya memengaruhi penampilan fisik, tetapi juga daya tahan tubuh terhadap penyakit. Artinya, tubuh manusia terus beradaptasi mengikuti perubahan lingkungan dan ancaman baru.

Menariknya, evolusi tidak hanya “menambah” sifat tertentu, tetapi juga mengurangi yang lain. Studi ini menemukan peningkatan pada kulit cerah, rambut merah, serta resistensi terhadap HIV dan kusta.

Sebaliknya, risiko kebotakan pola pria dan rheumatoid arthritis justru menurun. Pola ini menunjukkan bahwa seleksi alam bekerja secara aktif memilih sifat yang paling menguntungkan bagi kelangsungan hidup.

Menurut peneliti dari Harvard University, Ali Akbari, banyak orang selama ini salah memahami evolusi manusia. Dengan kata lain, evolusi tetap berjalan, hanya saja sebelumnya belum terdeteksi dengan metode lama. Kini, dengan teknologi analisis DNA yang lebih canggih, perubahan kecil tersebut mulai terlihat jelas.

Meski begitu, peningkatan jumlah rambut merah masih menyisakan tanda tanya. Para ilmuwan menduga, warna rambut ini bukan faktor utama yang dipilih oleh evolusi. Bisa jadi, gen yang menyebabkan rambut merah berkaitan dengan adaptasi lain yang lebih penting. Hal ini menunjukkan bahwa evolusi tidak selalu bekerja secara sederhana atau langsung terlihat manfaatnya.

Baca Juga  Sampah Antariksa Makin Mengancam, AI Jadi Andalan Jaga Orbit Bumi

Selain itu, penelitian ini juga mengungkap bahwa perubahan genetik bisa naik dan turun seiring waktu. Beberapa gen yang berkaitan dengan penyakit sempat meningkat, lalu menurun kembali dalam periode tertentu. Akbari menjelaskan, “This likely reflects changes in environment or selective pressures over time; for example, the introduction of new pathogens.” Artinya, munculnya penyakit baru bisa mengubah arah evolusi manusia secara signifikan.

Ke depan, para peneliti berencana memperluas studi ini ke wilayah lain di luar Eurasia Barat. Mereka ingin mengetahui apakah pola evolusi yang sama juga terjadi di populasi berbeda. Temuan ini membuka perspektif baru bahwa evolusi manusia masih terus berlangsung hingga sekarang. Jadi, perubahan kecil seperti rambut merah mungkin bukan sekadar variasi, tapi bagian dari proses panjang adaptasi manusia.

evolusi harvard university penelitian teori evolusi
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleVideo: Instalasi Unik “A Moment to Purr” Curi Perhatian di Bandara Hong Kong
Next Article Elnusa Fokus Bangun SDM yang Unggul sebagai Pilar Strategis Pertumbuhan Bisnis

Berita Lainnya

Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026

18 Juli 2026 / 11:20 WIB

Telkom CorpU Dorong Transformasi Talenta Lewat Forum CorpU Association Insight

17 Juli 2026 / 14:42 WIB

Menuju Era Baru AI, Apple Resmi Ungkap iOS 27 dengan Revolusi Siri AI

16 Juli 2026 / 14:14 WIB

Telkom dan EDB Singapura Perkuat Kolaborasi Infrastruktur Digital Berkelanjutan

13 Juli 2026 / 20:33 WIB

HUT ke-61, Telkom Perkuat Transformasi Digital Lewat Gerakan UMKM hingga Kompetisi AI

06 Juli 2026 / 20:01 WIB

Telkom Rampungkan Streamlining 10 Entitas, Percepat Transformasi Menuju Strategic Holding

06 Juli 2026 / 15:43 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Sapa Bansos Ramadan Berlanjut, Khofifah Salurkan Bantuan Rp13,76 Miliar untuk Warga Pamekasan

Sasha Widiawati11 Maret 2026 / 01:53 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.