Washington (Tutur.co.id) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat ini tengah mempertimbangkan serangan darat jika jalur negosiasi dengan Iran harus berakhir buntu. Dan target Trump pertama adalah menguasai Pulau Kharg.
Pulau Kharg memang punya peran penting bagi Iran. Saking pentingnya, Iran sampai menyebutnya dengan Pulau Terlarang. Pulau ini menjadi terminal Utama untuk ekspor minyak Iran, menangani sekitar 90 persen minyak mentah negara tersebut.
Pulau ini terletak 25 km dari pesisir Iran dan selalu dijaga ketat oleh Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). Sadar begitu vitalnya pulau ini maka tak aneh jika Trump menargetkan pulau dengan kapasitas penyimpanan 18 juta barel minyak ini dalam opsi pembuka serangan darat militer AS.
“Mungkin kita akan merebut Pulau Kharg, mungkin juga tidak. Kita punya banyak pilihan. Yang jelas kami harus berada di sana (di Pulau Kharg) untuk sementara waktu,” kata Trump dalam sebuah wawancara dengan Financial Times pada Minggu 29 Maret 2026.
Trump sendiri mengakui jika pesona minyak sulit untuk dilewatkan dalam operasi militernya ke Iran. Hal ini juga semakin membenarkan anggapan banyak kalangan jika setiap operasi militer Amerika Serikat memang dilatarbelakangi masalah minyak.
“Sejujurnya, hal favorit saya adalah mengambil minyak di Iran, tetapi beberapa orang bodoh di AS mempertanyakan alasan mengapa Anda melakukan itu?’ Tetapi mereka orang-orang bodoh,” kata Trump.
Dalam kesempatan itu Trump juga menegaskan bahwa ia cukup yakin akan dapat menguasai Pulau Kharg dengan sangat mudah. “Saya rasa mereka tidak memiliki pertahanan apapun dan kita bisa merebutnya dengan sangat mudah,” kata Trump.
Menurut laporan, Pentagon telah memerintahkan pengerahan 10.000 pasukan yang terlatih untuk operasi perebutan dan penguasaan wilayah. Sekitar 3.500 personel, termasuk sekitar 2.200 Marinir, tiba di wilayah tersebut pada hari Jumat, dengan 2.200 Marinir lainnya sedang dalam perjalanan.
Ribuan personel lainnya dari Divisi Lintas Udara ke-82 juga telah diperintahkan untuk dikerahkan karena Washington bersiap untuk kemungkinan perluasan operasi.
Analis militer telah memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap Pulau Kharg akan sangat berisiko, meningkatkan kemungkinan korban jiwa di pihak AS dan berpotensi memperpanjang konflik, sekaligus mengancam salah satu jalur minyak terpenting di dunia.

